BPBA Aceh: Kerugian Warga Akibat Banjir pada 2020 Capai Rp153 Miliar

BANDA ACEH — Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan banjir merupakan bencana yang paling banyak memberikan dampak kerugian bagi masyarakat Aceh sepanjang 2020 yaitu mencapai Rp153 miliar.

“Total kerugian masyarakat akibat bencana pada 2020 mencapai Rp291 miliar, di antaranya karena banjir sekitar Rp153 miliar,” kata Kepala Pelaksana BPBA Sunawardi di Banda Aceh, Senin.

Dia menjelaskan kerugian akibat banjir memang sangat tinggi di Aceh, termasuk banjir bandang yang menimbulkan paling banyak kerugian baik kepada masyarakat maupun infrastruktur. BPBA mencatat pada tahun 2020 kejadian banjir di Aceh mencapai 95 kali.

“Banjir paling banyak disebabkan meluapnya air sungai dan pembalakan liar yang menyebabkan banjir bandang,” kata Sunawardi.

Menurut dia, Gubernur Aceh Nova Iriansyah telah menginisiasi agar sumber penyebab banjir perlu diidentifikasi untuk dilakukan studi kelayakan dan menyusun langkah-langkah untuk pelaksanaan secara bertahap.

Kata dia, gubernur mencontohkan apa yang dilakukan negara Belanda dengan perencanaan yang baik dan membutuhkan waktu seratus tahun untuk mewujudkannya.

“Aceh juga harus memulai walaupun butuh waktu lama tapi kita berusaha melakukan penyelesaian sehingga semua pihak focus pada satu tujuan tersebut,” katanya, menyampaikan pernyataan Nova.

Sunawardi tidak menampik bahwa penanganan banjir masih banyak terkendala, mulai dari luas wilayah banjir yang harus dikendalikan, membutuhkan biaya yang besar hingga sebagian besar sungai besar di wilayah Aceh berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.

“Belum lagi ini diperparah tata kelola lingkungan yang buruk, pembalakan liar dan pembakaran hutan dan lahan,” katanya.

Namun untuk penanganan jangka pendek, kata dia, BPBA tengah mempersiapkan desa tangguh dengan memasukan anggaran desa dalam kebutuhan kesiapsiagaan dan penanganan darurat. Kemudian juga rencana memperbanyak membangun shelter vertikal untuk korban banjir.

“Sedangkan penanganan masa darurat masih seputar pemenuhan kebutuhan masyarakat, sandang, pangan, kebutuhan air bersih dan huntara,” katanya.

Pada 2020, BPBA mencatat 802 kali bencana terjadi di Aceh, di antaranya kebakaran pemukiman 289 kali, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 205 kali, angin puting beliung 100 kali, banjir 95 kali dan longsor 57 kali.

Selanjutnya, banjir dan longsor 13 kali, abrasi 12 kali, banjir bandang lima kali, banjir rob dua kali, kekeringan dua kali, sekali peritiwa gelombang pasang serta gempa bumi magnitudo antara 5,0 hingga 5,3 sebanyak 21 kejadian. [Ant]

Lihat juga...