BPBD Mamuju Lakukan Pendataan Dampak Gempa Majene

Pasien Rumah Sakit Mitra Manakarra, Mamuju, bertahan di halaman rumah sakit karena khawatir terjadi gempa susulan, Kamis (14/1/2021) – Foto Ant

MAMUJU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), melakukan pendataan kerusakan akibat gempa bermagnitudo 5,9, yang mengguncang wilayah Kabupaten Majene.

Guncangan gempa, Kamis (14/1/2021), dilaporkan terasa hingga di Kabupaten Mamuju. “Sampai saat ini anggota kami masih menginventarisir kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa magnitudo 5,9 di wilayah Kabupaten Majene, yang guncangannya terasa sangat kuat hingga di Mamuju,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Mamuju, Ali Rachman, Kamis (14/1/2021).

Informasi yang diperoleh BPBD Mamuju, kerusakan cukup singnifikan terjadi di wilayah Kecamatan Tapalang. “Anggota kami masih di lapangan, untuk mengumpulkan data-data,” tambahnya.

Kendati demikian, informasi yang diperolehnya menyebut, kerusakan akibat gempa 5,9 di Kabupaten Majene yang guncangannya terasa hingga Kabupaten Mamuju, tidak terlalu parah. Namun diakui ada kerusakan seperti yang dialami rumah jabatan Ketua DPRD Sulbar. “Kalau kerusakan di Kota Mamuju tidak terlalu parah, tetapi memang ada rumah warga yang retak akibat gempa. Jadi, kami masih mendata dampak gempa tersebut,” tuturnya.

“Terkait adanya salah satu bangunan di rumah jabatan Ketua DPRD Sulbar yang ambruk itu memang benar. Tetapi, apakah bangunan itu sementara dibangun kemudian ambruk akibat gempa atau memang bangunan sudah sudah selesai, itu yang baru kami cek,” tambah Ali Rachman.

BPBD Mamuju disebut Ali Rachman, meminta masyarakat tidak mudah menerima informasi yang tidak diketahui sumbernya. Dan sesaat setelah gempa, banyak informasi di media sosial bermunculan yang membuat masyarakat bertambah panik.

Akibatnya, sebagian warga panik dan berlarian untuk mencari tempat-tempat yang tinggi karena khawatir akan terjadi tsunami. “Jadi, kami mengingatkan masyarakat, agar tidak mudah percaya informasi yang tidak jelas sumbernya. Pihak BMKG sudah menyatakan bahwa gempa tektonik itu terjadi di darat dan tidak berpotensi tsunami, tetapi masih banyak masyarakat yang panik,” ujarnya.

Gempa berpusat di koordinat 2,99 Lintang Selatan dan 118,89 Bujur Timur, atau tepatnya di darat pada jarak empat kilometer arah Barat Laut Kabupaten Majene. Kedalaman pusat gempat 10 kilometer, dan getarannya terasa hingga di Kabupaten Mamuju dan beberapa wilayah lainnya di Sulbar, termasuk di wilayah Sulawesi Selatan.

Gempa susulan dengan magnitudo 4,9 kembali terjadi pada pukul 15. 00 Wita. Saat terjadi gempa, warga di Kabupaten Mamuju sempat panik dan berhamburan ke luar rumah. Bahkan, sejumlah warga berlarian dan mencoba mencari tempat yang tinggi karena khawatir terjadi tsunami.

Sesaat setelah terjadinya gempa, jaringan telekomunikasi juga sempat terputus beberapa saat. Beberapa warung dan toko milik warga, termasuk minimarket hingga Kamis (14/1/2021) petang terlihat masih tetap tutup, karena para karyawan khawatir masih akan terjadi gempa susulan. (Ant)

Lihat juga...