Bupati Sikka Lantik 61 Pegawai P3K

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Mengambil tempat di halaman Kantor Bupati Sikka, Nusa Tenggara Timur,  Bupati melantik 61 orang pegawai yang selama ini berstatus honorer daerah menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK atau P3K).

“Saya berharap, agar para pegawai yang dilantik hari ini menjadi P3K bisa menjalankan tugasnya dengan lebih baik,” kata Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, saat memberikan sambutan pelantikan di halaman kantor bupati, Senin (25/1/2021).

Robi, sapaanya, menyebutkan terdapat 61 orang yang dilantik menjadi P3K dari seharusnya berjumlah 62 orang, namun satu orang lainnya, yakni Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) meninggal dunia.

Seorang guru yang bertugas di Wolofeo, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, NTT, Alexander Oematan,  saat ditemui usai dilantik menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Kantor Bupati Sikka, Senin (25/1/2021). -Foto: Ebed de Rosary

“Untuk tahun 2022 nanti, kami akan memasukkan  usulan sekitar 300 lebih pegawai P3K. Saya berharap, agar para pegawai yang diangkat bisa meningkatkan kinerjanya dalam melayani masyarakat,” harapnya.

Seorang pegawai P3K yang dilantik, Veronika Veriyanti, kepada Cendana News mengaku sudah bekerja di Dinas Pertanian Kabupaten Sikka sebagai tenaga Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di Desa Blatatatin, Kecamatan Kangae.

Veronika menyebutkan, selama 13 tahun bekerja dirinya mendapatkan honor dari daerah sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) NTT, sehingga dengan menjadi P3K dirinya merasa senang.

“Saya merasa senang, sebab perjuangan selama belasan tahun tidak sia-sia. Setelah dilantik menjadi P3K, saya akan tetap ditempatkan sebagai PPL di tempat yang sama,” ucapnya.

Sementara itu, Alexander Oematan, seorang guru lainnya mengaku sudah bekerja selama 21 tahun dan mengabdi di SMPK Santa Maria Gunung Karmel di Wolofeo, Kecamatan Tanawawo.

Alexander mengaku, selama kurun waktu tersebut hingga sebelum berstatus P3K, dirinya mendapatkan upah yang minim hingga terakhir di 2020 mendapatkan upah sebesar Rp1,7 juta.

“Saya mendapatkan upah dari honor daerah sesuai UMP. Saya bersyukur bisa menjadi pegawai P3K, sebab dari lima orang yang ikut seleksi, hanya dua orang saja yang diterima, termasuk saya,” terangnya.

Alexander berharap, agar pemerintah pusat bisa mengakomodir lebih banyak lagi guru menjadi P3K, sebab guru-guru yang mendapatkan penghasilan dari honor komite masih banyak.

Lihat juga...