Chile Beri Izin Darurat untuk Vaksin Buatan Sinovac

Seorang pekerja medis memegang kotak vaksin COVID-19 produksi perusahaan farmasi China, Sinovac, di Qingdao, Provinsi Shandong, China, 5 Januari 2021 – Foto Dok Ant

SANTIAGO – Badan pengawas obat-obatan Chile, mengeluarkan izin penggunaan darurat (EUA) untuk vaksin COVID-19 buatan perusahaan farmasi China, Sinovac Biotech Ltd, pada Rabu (20/1/2021).

Namun, otoritas kesehatan itu mengingatkan, vaksin tidak dapat diberikan untuk warga berusia lebih dari 60 tahun. Izin itu membuka jalan bagi 10 juta dosis CoronaVac, vaksin COVID-19 buatan Sinovac, untuk disuntikkan ke warga Chile berusia 18 – 59 tahun.

Direktur Institut Kesehatan Masyarakat Chile (ISP), Heriberto Garcia mengatakan, temuan sementara dari uji klinis tahap III CoronaVac sangat menjanjikan. ISP, lewat evaluasinya terhadap vaksin itu, menyebutkan CoronaVac aman dan efektif untuk melawan pandemi.

Sebanyak 10 anggota dewan penasihat ISP menyetujui pemberian izin dan distribusi vaksin. Sementara dua anggota lainnya menolak keputusan itu, serta satu orang abstain. Dua anggota dewan penasihat, yang merupakan ahli kesehatan mengatakan, mereka belum mendapatkan data yang cukup dari uji klinis III CoronaVac.

Vaksin COVID-19 buatan Sinovac, saat ini telah mengantongi izin darurat dari Brazil, Turki, dan Indonesia. CoronaVac juga telah didistribusikan ke tiga negara tersebut. Namun, beberapa pihak masih meragukan keampuhan vaksin mencegah COVID-19.

Menteri Kesehatan Chile, Enrique Paris, menyambut baik pemberian izin tersebut. Paris menerangkan, CoronaVac tidak akan diberikan pada warga berusia 60 tahun ke atas, sebagaimana direkomendasikan oleh komite para ahli dari ISP.

Dewan penasihat masih ingin mempelajari hasil uji klinis tahap III CoronaVac, khususnya terhadap warga berusia di atas 60 tahun. Oleh karena itu, warga lanjut usia akan divaksin menggunakan vaksin buatan Pfizer atau BioNTech, yang diketahui lebih dari 90 persen efektif mencegah COVID-19. Paris mengatakan, 10 juta dosis vaksin buatan Pfizer atau BioNTech, akan diberikan ke kurang lebih 1,8 juta warga Chile berusia di atas 60 tahun. Sebelumnya, vaksin buatan Pfizer hanya diberikan kepada para tenaga kesehatan.

“Untuk saat ini, kita mengikuti rekomendasi dari para ahli. Kami akan menggunakan seluruh dosis vaksin Pfizer yang tersedia untuk warga lanjut usia. Saya harap jadwal vaksinasi tidak akan berubah,” kata Menteri Kesehatan Chile, Paris.

Chile ikut terlibat dalam uji klinis tahap III CoronaVac, dan negara itu telah memesan sekitar 60 juta dosis vaksin untuk 18 juta warga, dalam waktu tiga tahun. Dua juta dosis CoronaVac kemungkinan akan tiba di Chile Senin (25/1/2021) minggu depan. (Ant)

Lihat juga...