CISDI Sampaikan 8 Strategi Tangani Covid-19 ke Menkes

Petugas Dinas Kesehatan Bantul, DIY khusus menangani kasus Covid-19. -Ant

JAKARTA – Koalisi masyarakat sipil Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) bersama LaporCovid-19 dan PUSKAPA Universitas Indonesia, menyampaikan delapan langkah kebijakan strategis kepada Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin untuk mengatasi pandemi Covid-19.

“Ada delapan langkah strategis dan tujuh langkah preskriptif yang kami susun dan rekomendasikan kepada Menteri Kesehatan,” kata Chief Strategist CISDI, Yurdhina Meilissa, melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (22/1/2021).

Ia mengatakan, dengan kondisi darurat kesehatan seperti saat ini, Menkes tidak memiliki banyak opsi karena mempertaruhkan nyawa manusia.

Delapan langkah strategis tersebut yakni, pertama, penyusunan dokumen strategi penanganan dan pengendalian wabah. Ke dua, karantina wilayah di provinsi dengan kasus terbanyak dan tempat tidur terbatas.

Langkah ke tiga, menggerakkan birokrasi dan komunikasi Menkes dan para Gubernur. Ke empat, peningkatan supervisi dan sistem pemantauan capaian secara “real-time”.

Selanjutnya, ke lima memperbanyak rumah sakit khusus Covid-19 dan konversi puskesmas berstandar Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar (PONED) untuk merawat kasus sedang.

Kemudian, menawarkan izin praktik sementara bagi mahasiswa dan tenaga kesehatan nonklinis, ke tujuh mengoptimalkan infrastruktur BNPB hingga tingkat daerah dan terakhir pelibatan bermakna masyarakat sipil dalam perencanaan, implementasi hingga kontrol eksternal implementasi.

Ia mengatakan, rekomendasi strategis tersebut juga dibarengi dengan rekomendasi tingkat operasional untuk membantu gerak Menkes agar lebih cepat dan cekatan.

Delapan kebijakan strategis yang disampaikan CISDI bersama LaporCovid-19 dan PUSKAPA Universitas Indonesia tersebut, dilatarbelakangi persoalan Covid-19 di Tanah Air yang makin mengkhawatirkan.

Senada dengan itu, Co-Leads LaporCovid-19, Irma Hidayana, memperingatkan bahwa layanan kesehatan di Indonesia sudah mengkhawatirkan.

“LaporCovid-19 menerima laporan dan pengaduan dari masyarakat, bahwa mereka makin susah mendapatkan pelayanan kesehatan dalam kondisi parah sekali pun,” kata dia.

Bahkan, di beberapa daerah keterisian tempat tidur, Intensive Care Unit (ICU) dan ruang isolasi per 2 Januari 2021 sudah melebihi 70 persen.

“LaporCovid-19 juga mendapatkan total 39 laporan kasus pasien, terutama di Jabodetabek yang ditolak rumah sakit karena penuh, pasien yang meninggal di perjalanan, serta meninggal di rumah karena ditolak rumah sakit,” ujar dia. (Ant)

Lihat juga...