Cuaca Ekstrem Landa Indonesia, Banjir dan Longsor Mengancam

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Rentetan bencana banjir dan longsor dalam beberapa hari belakangan ini, dinyatakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai bagian cuaca ekstrem yang timbul saat puncak musim hujan.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal, menjelaskan, sebagian besar wilayah terutama Jawa, Bali, Sulawesi Selatan hingga Nusa Tenggara saat ini telah memasuki puncak musim hujan yang diperkirakan akan berlangsung hingga Februari 2021.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal, saat ditemui di Gedung BMKG Jakarta, Rabu (20/1/2021) – Foto: Ranny Supusepa

“Potensi cuaca ekstrem cenderung meningkat di dalam periode puncak musim hujan ini. Jadi kami minta masyarakat untuk waspada,” kata Herizal, saat dihubungi, Rabu (20/1/2021).

Tercatat sudah 94 persen dari 342 zona musim yang ada di Indonesia telah memasuki musim hujan.

Kasubbid Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Siswanto, menyatakan, potensi peningkatan pertumbuhan awan hujan terjadi karena dinamika atmosfer tidak stabil.

Kasubbid Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Siswanto, saat ditemui di Gedung BMKG Jakarta, Rabu (20/1/2021) – Foto: Ranny Supusepa

“Kondisi itu dipicu oleh menguatnya Monsun Asia yang ditandai dengan semakin kuatnya aliran angin lintas ekuator di Selat Karimata, diperkuat oleh pengaruh hadirnya gelombang atmosfer ekuatorial tropis Madden Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Rossby yang saat ini aktif di wilayah Indonesia,” kata Siswanto saat dihubungi terpisah.

Kehadiran MJO tersebut dapat bersuperposisi dengan penguatan Monsun Asia yang dapat pula disertai munculnya fenomena seruakan dingin (cold surge) di Laut Cina Selatan.

“Selain itu, teramati beberapa sirkulasi siklonik di selatan Indonesia dan utara Australia yang menyebabkan terbentuknya belokan, pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) sehingga meningkatkan pertumbuhan gugus awan supersel yang berpotensi menimbulkan curah hujan tinggi,” urainya.

Berdasarkan data tersebut, BMKG menetapkan tanggal 18 hingga 24 Januari 2021, potensi cuaca ekstrem diprediksi dapat terjadi terutama untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

“Cuaca ekstrem tersebut sangat berpotensi menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor yang dapat membahayakan bagi publik, serta hujan lebat disertai kilat/petir dan gelombang tinggi yang membahayakan pelayaran dan penerbangan,” pungkasnya.

Lihat juga...