Dampak Corona, Aktifitas di Pasar Alok Maumere Sepi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Meningkatnya kasus Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk di Kabupaten Sikka terutama transmisi lokal membuat aktifitas jual beli di Pasar Alok, Maumere tampak sepi.

Pedagang kain tenun di Pasar Alok, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Tadeus Tara saat ditemui di tempat berjualannya, Selasa (26/1/2021). Foto : Ebed de Rosary

Setiap hari selasa yang merupakan pasar mingguan, jumlah pengunjung dan pedagang di pasar tradisional terbesar di NTT ini bisa mencapai 2 kali lipat dibandingkan dengan hari biasa

“Jumlah pengunjung sepi bahkan hampir tidak ada yang membeli kain tenun. Saya sering menutup tempat berjualan karena tidak ada pemasukan,” kata Tadeus Tara, salah seorang pemilik kios menjual kain tenun di Pasar Alok, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui di kiosnya, Selasa (26/1/2021).

Dia mengaku semenjak merebaknya pandemi Corona sekitar April tahun 2020, aktifitas jual beli di Pasar Alok mulai menurun apalagi dirinya selaku penjual kain tenun yang pembelinya lebih banyak tamu dari luar daerah.

“Kebanyakan pembeli saya berasal dari tamu dari luar Kabupaten Sikka yang berkunjung ke Maumere. Pembeli lokal jarang membeli kain tenun kecuali untuk acara pernikahan dan adat kematian, tapi jumlahnya tidak banyak,” ucapnya.

Pedagang perlengkapan perabot rumah tangga di Pasar Alok,Wahyudi pun mengakui jumlah pengunjung di Pasar Alok terus mengalami penurunan akibat dampak Corona.

Menurut Wahyudi,biasanya dalam sehari sebelum pandemi Corona bisa meraup pemasukan minimal Rp1 juta saat hari pasar mingguan di hari Selasa, tetapi saat ini hanya mendapatkan pemasukan maksimal Rp400 ribu.

“Sekarang pengunjung pun tambah sepi saja karena banyak yang takut ke pasar akibat melonjaknya kasus transmisi lokal di Sikka, apalagi beberapa warga meninggal dunia,” ucapnya.

Pedagang aneka bumbu dapur, Leni Marlina pun mengakui sangat terpukul dengan sepinya pasar sehingga dirinya pun mengurangi stok barang hingga setengahnya agar tidak mengalami kerugian.

Leni mengaku dalam sehari paling hanya memperoleh pemasukan mencapai Rp300 ribu saja dari biasanya sebelum pandemi Corona yang mencapai minimal Rp1 juta.

“Sekarang ini sudah dapat untung Rp50 ribu sehari saja sudah bersyukur sekali sebab pengunjung pasar terus mengalami penurunan. Pembeli pun berkurang drastis,” ucapnya.

Lihat juga...