De Villiers Juarai Etape 5, Peterhansel Jaga Jarak Klasemen Reli Dakar

Para penonton menyaksikan jalannya etape 5 Reli Dakar 2021 yang menempuh rute Riyadh ke Al Qaisumah, Arab Saudi, Kamis (7/1/2021) – Foto Ant

JAKARTA – Pebalap Afrika Selatan, Giniel De Villiers, memenangi etape kelima Reli Dakar di Al Qaisumah, Arab Saudi, Kamis (7/1/2021). Kemenangan yang diperoleh, di saat Stephane Peterhansel, masih menghuni pucuk klasemen sementara kategori mobil.

De Villiers, merupakan salah satu pebalap paling berpengalaman di Dakar. Di balik kemudi mobil Toyotanya, De Villiers bersama co-pilot Alex Haro Bravo, memimpin catatan waktu lomba sejak checkpoint pertama, dan tidak mendapati ancaman berarti dari rival-rivalnya.

Dia menyelesaikan Special Stage (SS), sejauh 456 kilometer (km), dari Riyadh ke Al Qaisumah, dalam waktu lima jam sembilan menit 25 detik. Posisinya 58 detik di depan rekan senegaranya, Brian Baragwanath, yang kembali naik podium tahun ini setelah finis runner-up di etape prolog.

Peterhansel, melengkapi podium di tempat ketiga untuk tim X-Raid Mini, dengan torehan waktu, dua menit 25 detik berselang. Juara Dakar 13 kali itu finis lebih dari dua menit di depan pebalap Qatar, Nassel Al-Attiyah, yang membuka jalan hari ini. Torehan waktu Peterhansel, memperlebar jarak menjadi enam menit 11 detik dari pebalap Toyota yang masih membayangi di peringkat dua klasemen.

Juara bertahan, Carlos Sainz, harus kehilangan waktu hampir 13 menit dari Peterhanselm setelah finis hari kelima. Saat ini posisinya menghuni peringkat tiga klasemenm dengan jarak 48 menit 13 detik dari rekan satu timnya itu.

Di kategori sepeda motor, Kevin Benavides, menyintas kecelakaan dramatis di bukit berpasir di hari itu, yang memecahkan helm dan membuat hidungnya patah. Dengan motor Hondanya, pebalap Argentina tersebut mencetak waktu tercepat, lima jam sembilan menit 50 detik, untuk mengklaim etape kelima sekaligus merebut pucuk klasemen sementara.

Benavides, menggeser pebalap Prancis Xavier De Soultrait, dengan margin dua menit 31 detik, setelah finis tujuh menit 55 detik di depan sang pebalap Prancis pada hari kelima. “Ini hari yang sangat sulit bagi saya. Pada awalnya saya tersesat seperti pebalap lainnya, tapi setelah itu saya tampil sangat menekan,” kata Benavides.

“Di suatu bukit pasir saya meloncat, loncatan yang besar, dan saya terjatuh karena menabrak satu (bukit) lagi dengan ban depan. Kepala saya terbentur, dan GPS saya rusak dan semuanya. Saya juga terluka dan mulai kehilangan banyak darah,” tambahnya.

Meski masih merasakan sakit, Benavides percaya diri untuk etape selanjutnya, yang akan melibas trek yang 100 persen berpasir dengan rangkaian gunung pasir di rute sejauh 618 km, dari Al Qaisumah ke Ha’il dengan Special Stage sepanjang 448 km. (Ant)

Lihat juga...