Desa Binaan Damandiri Kehilangan Sosok Guru Koperasi

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Kabar duka datang di awal 2021, menyusul wafatnya mantan Menteri Koperasi dan UKM era Orde Baru, Drs. (HC) Subiakto Tjakrawerdaja, pada Sabtu (2/1/2021) malam. 

Lahir di Cilacap, Jawa Tengah, 30 Juli 1944, Subiakto merupakan Menteri Koperasi Indonesia pada 1993 hingga 1998, pada Kabinet Pembangunan VI dan Kabinet Pembangunan VII di masa pemerintahan Presiden ke-2 RI, Jenderal Besar HM Soeharto.

Setelah tak menjabat sebagai menteri, Subiakto tetap aktif di bidang perekonomian dan perkoperasian dengan menjadi pengurus Yayasan Damandiri, yang didirikan oleh HM Soeharto sebagai pribadi.

Pada Agustus 2016, almarhum yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris, diangkat sebagai Ketua yayasan hingga tutup usia.

Semasa hidupnya, Pak Biakto, demikian sapaan akrab almarhum, sangat konsen dengan segala persoalan koperasi. Dalam berbagai kesempatan, ia menyatakan, bahwa koperasi harus menjadi  soko guru ekonomi rakyat. Hal itu pula yang coba diwujudkannya melalui desa-desa binaan Yayasan Damandiri, melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari.

Manajer Umum Koperasi SHS Mandiri Krambilsawit, Gunungkidul, Yogyakarta, Muhammad Lukman Hakim, mengatakan Pak Biakto merupakan sosok yang tegas, lugas serta sangat berkomitmen dalam upaya pengentasan kemiskinan. Beliau juga memiliki pemikiran yang cemerlang, khususnya dalam arsitek perekonomian Indonesia dengan konsep koperasi yang betul-betul seperti yang dicita-citakan Bung Hatta.

“Kami dan bangsa Indonesia sangat merasakan kehilangan atas meninggalnya beliau. Selamat Jalan Pak Bi, saya bersaksi engkau adalah orang baik dan selalu ada dalam perjalanan perjuangan ini, sekalipun engkau lebih dulu menghadap Sang Khalik,” ujarnya Minggu (3/1/2021).

Hal senada juga diungkapkan Pengurus Koperasi Tamanmartani Sejahtera, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, Maimunah. “Yang jelas, beliau orangnya sangat baik. Tegas, tapi tetap care dengan senyumnya yang sangat manis. Beliau hanya ingin kita yang ada di koperasi ini selalu punya semangat membangun masyarakat melalui program-program koperasi yang inovatif,” katanya.

Selama 4 tahun terakhir berinteraksi dengan Yayasan Damandiri yang dipimpin Pak Biakto, Maimunah mengaku sangat terkesan dengan sikap beliau yang tidak suka marah-marah.

“Selama ini saya belum pernah dimarah-marah atau dibentak-bentak. Bahkan, beberapa kegiatan yang saya laporkan selalu disambut baik. Dan, mengajak pengurus koperasi yang lain untuk bisa men-support Koperasi Tamanmartani. Itu yang membuat kita seperti kehilangan saudara, pembimbing sekaligus guru. Semoga beliau khusnul khotimah,” katanya.

Lihat juga...