Di Jatirangga Baru 30 Warga Nyatakan Siap Divaksin

Editor: Koko Triarko

Ahmad Afandi, Lurah Jatirangga. -Dok: CDN

BEKASI – Keraguan warga untuk menjadi penerima vaksin Covid-19 secara sukarela di wilayah Kelurahan Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, masih banyak.  Dari total 16an ribu jiwa warga setempat, baru sekitar 30 orang warga yang mendaftar untuk menjadi penerima vaksin.

Aparatur dan relawan vaksin di wilayah Kelurahan Jatirangga, Jatisampurna, pun harus bekerja keras guna meyakinkan masyarakat agar mau  divaksin Covid-19. Karena dari dari kuisioner yang disebar untuk mengajak warga sebanyak-banyaknya mendaftar sebagai penerima vaksin, tapi yang kembali secara sukarela mendaftar belum sampai 50-an warga.

Ahmad Afandi, Lurah Jatirangga, mengakui hal itu juga akibat belum maksimalnya sosialisasi ke masyarakat. Karena masih menunggu kepastian, tapi warga sudah lebih dulu termakan informasi kesimpangsiuran tentang vaksin Covid-19.

“Kami baru sebatas menyebarkan kuisioner dalam bentuk isian, meminta warga mendaftar secara sukarela menjadi penerima vaksin Covid-19,”ungkap Afandi, dikonfirmasi Cendana News, Jumat (15/1/2021).

Dari kuisioner yang disebar itu, hanya 30-an warga yang mengembalikan dan bersedia menjadi penerima vaksin Covid-19 secara sukarela. Padahal, sesuai surat edaran wali kota setiap kelurahan mendapat kuota 8.000-an warga untuk menjadi penerima vaksin.

Namun demikian, diakuinya bahwa sosialisasi masih belum maksimal. Hal lainnya karena maraknya informasi simpang siur terutama terkait keamanan dari vaksin itu sendiri, hingga warga mengaku khawatir menjadi penerima vaksin.

Diharapkan, dengan dicontohkan oleh Wali Kota bersama Forkopimda lainnya yang lebih dulu menjadi penerima vaksin dalam rangka meyakinkan warga, bahwa vaksin tidak berbahaya bagi diri memberi pengaruh positif bagi warga. Bahkan, Afandi sendiri mengaku siap divaksin agar warga mengikuti.

Ia juga mengimbau, agar vaksin untuk warga akan yang dimulai pada April mendatang sesuai edaran Dinkes, disampaikan oleh kepala puskesmas saat sosialisasi. Masih ada kesempatan untuk warga secara sukarela mendaftar, baik melalui RT/RW untuk menjadi penerima vaksin.

“Semoga penyuntikan vaksin di tahap pertama kepada nakes, aparatur pelayanan bisa memberi dampak positif, hingga warga bisa sadar pentingnya divaksin,” kata Afandi.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, usai menerima vaksin perdana  berpesan kepada masyarakat, jika dipilih menjadi penerima vaksin untuk tidak takut. Karena vaksin lebih baik ketimbang terlambat mengetahui kondisi diri sendiri dengan harus mengikuti swab atau PCR.

“Saya imbau warga tidak perlu takut, karena lebih baik divaksin ketimbang kita was-was menunggu hasil swab ternyata dinyatakan positif. Dengan vaksin, ada persiapan antibodi di tubuh,” jelasnya.

Lihat juga...