Di Tengah Pandemi Jasa Keuangan Syariah Tumbuh Tinggi

Editor: Koko Triarko

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, pada diskusi webinar industri halal di Jakarta, Kamis (24/9/2020). -Dok: CDN

JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, mengatakan peran sektor jasa keuangan menjadi krusial sebagai katalis penggerak dalam pemulihan ekonomi nasional, termasuk perannya dari ekonomi dan keuangan syariah. 

Menurutnya, hal itu terbukti di tengah pandemi Covid-19, sektor jasa keuangan syariah tetap mampu tumbuh cukup tinggi, yaitu sebesar 21,58 persen yoy (year on year) dari 13,84 persen pada 2019.

“Pembiayaan bank umum syariah mencatatkan pertumbuhan 9,5 persen yoy di tengah kontraksi kredit perbankan nasional sebesar 2,41 persen,” ujar Wimboh, kepada Cendana News, saat dihubungi, Senin (25/1/2021).

Dia menyebut, perkembangan  ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia turut diapresiasi dunia internasional. Tercatat sepanjang 2020, Indonesia telah diakui sebagai salah satu negara dengan progres terbaik dalam hal ekonomi dan keuangan syariah.

Dalam catatan Refinitiv Islamic Finance Development Report 2020, menempatkan Indonesia pada ranking ke-2 secara global sebagai ‘The Most developed countries in Islamic Finance’ dan Global Islamic Economy Indicator 2020/202.

Penilaian international mencatat Indonesia sebagai ranking ke-4 global untuk sektor ekonomi syariah, dan peringkat ke-6 untuk keuangan syariah.

“Ini membuktikan, bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Dan, sebagai negara dengan 87 persen atau setara 230 juta penduduk muslim, Indonesia memiliki potensi pengembangan ekonomi dan industri keuangan syariah yang sangat besar,” kataya.

Ia mengatakan lagi, pada 2019 pertumbuhan ekonomi Syariah tercatat sebesar 5,72 persen. Lebih tinggi dibanding pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Bahkan, makin meningkatnya industri halal Indonesia terlihat pada nilai perdagangan industri halal Indonesia, antara lain makanan, kosmetik dan obat-obatan, travel, fesyen.

“Nilai perdagangan industri halal Indonesia mencapai 3 miliar USD, dan terus dalam tren meningkat,” ujar Wimboh Santoso, yang juga merupakan mantan Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Namun demikian, menurutnya masih banyak tantangan yang harus diatasi. Salah satunya, market share industri jasa keuangan syariah yang relatif masih rendah, sebesar 9,90 persen dari total aset nasional.

Lihat juga...