Dinas Perikanan Flotim Apresiasi Kinerja Pokmaswas

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LARANTUKA — Dinas Perikanan, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) mengapresiasi kinerja Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) dalam mengawasi aktifitas penanangkapan ikan secara ilegal di wilayahnya.

Kepala Bidang Perijinan Usaha dan Sumber Daya Perikanan,Dinas Perikanan Kabupaten Flores Timur, NTT, Apolinardus Y.L.Demoor saat ditemui di Kota Larantuka, Sabtu (12/12/2020). Foto : Ebed de Rosary

“Kami sangat terbantu dengan adanya Pokmaswas karena informasi mengenai aktifitas pengeboman ikan banyak disampaikan kepada kami,” kata Apolinardus Y. L. Demoor, Kepala Bidang Perijinan Usaha dan Sumber Daya Perikanan, Dinas Perikanan Kabupaten Flores Timur, NTT saat dihubungi Cendana News, Senin (25/1/2021).

Dus sapaannya mengatakan, selain melaporkan aktifitas penangakapan ikan menggunakan bom dan potasium, Pokmaswas juga membantu dalam menginfromasikan adanya hewan laut yang dilindungi terkena jaring nelayan.

Menurutnya, hadirnya Pokmaswas membuat para nelayan di Flotim semakin sadar untuk menjaga hewan laut dan mamalia laut yang dilindungi sehingga bila terkena jaring maka langsung dilepaskan.

“Pokmaswas juga sangat membantu dalam menjaga ekosistim laut dan berkat informasi yang diberikan maka aktifitas pengeboman ikan berkurang drastis. Banyak pelaku pengebom ikan yang ditangkap tim penyelamat laut Flotim,” ucapnya.

Dus berharap agar Pokmaswas yang ada di Kabupaten Flotim bisa terus aktif dan desa-desa pesisir bisa meganggarkan dari dana desa untuk pemberdayaan dalam menjaga keberlanjutan ekosistim laut.

“Berkurangnya aktivitas pengeboman mengakibatkan pesisir pantai di Flotim mulai dipenuhi oleh ikan-ikan kembali setelah sebelumnya menjauh. Nelayan pun tidak perlu jauh melaut dan mendapatkan ikan,” ucapnya.

Sementara itu, Evi Ojan Kepala Perwakilan Misool Baseftin Flores Timur berharap agar ada dana untuk pemberdayaan Pokmaswas sebab jumlah yang aktif hanya 13 saja dari 50 yang ada di setiap desa pesisir.

Evi menyebutkan, pihaknya memang hanya berinisiatif membentuk dan melakukan penguatan kapasitas saja sementara soal dana pihaknya tidak ada pos anggaran untuk membantu Pokmaswas.

“Kalau semua Pokmaswas aktif melakukan pengawasan dan pelaporan kepada tim penyelamat laut maka hasil tangkapan ikan di Flotim akan meningkat karena tidak ada lagi penangkapan ikan menggunakan bom dan bahan berbahaya lainnya yang dilarang,” ungkapnya.

Evi mengaku, ada beberapa Pokmaswas yang memang tetap bekerja secara mandiri dengan dana swadaya anggotanya namun seharusnya pemerintah membantu dana operasionalnya agar banyak yang aktif.

Lihat juga...