Dinkes Sikka Bantah Isu Rekayasa Kasus Covid-19

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, membantah adanya isu di masyarakat yang menyebut dinas kesehatan Sikka bersama RS TC Hillers Maumere meng-covid-kan pasien.

Tenaga kesehatan tidak mungkin melakukan perbuatan tersebut, karena melanggar sumpah dan jabatan sebagai tenaga medis sebab apa yang dilakukan sesuai dengan aturan yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) maupun Kementerian Kesehatan terkait Covid-19.

“Kami dari Dinas Kesehatan dan RSTC Hillers Maumere sebagai rumah sakit rujukan Covid-19, tidak pernah akan main-main dalam penanganan virus Corona,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, saat ditemui di rumahnya di Kota Maumere, Minggu (3/1/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus, saat ditemui di rumahnya, Minggu (3/1/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Petrus mengatakan, ada tim Penanggungjawab Pasien (TPJP) yang terdiri dari para ahli di bidangnya yang melakukan diagnosa dan menentukan seseorang teridentifikasi Covid-19 atau tidak.

Menurutnya, tim juga bekerja berdasarkan data-data pendukung dari hasil pemeriksaan laboratorium, sehingga tidak mungkin melakukan rekayasa dengan menyebutkan pasien terinfeksi virus Corona.

“Kami memiliki laboratorium TCM untuk memeriksa seseorang yang dirawat di rumah sakit TC Hillers Maumere. Sementara sampel swab pelaku perjalanan dan kontak erat diperiksa di laboratorium bio molekular RSUD Prof W.Z.Johannes Kupang,” jelasnya.

Petrus menjelaskan, penanganan Covid-19 dilakukan sesuai perintah presiden dan melalui berbagai pemeriksaan medis dan tes swab, sebelum menentukan seorang apakah positif atau negatif Covid-19.

Ia membantah jika Dinas Kesehatan dan RS TC Hillers Maumere disebut meng-covid-kan pasien untuk menghabiskan anggaran sesuai pendapat dari oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, di mana isu tersebut tersebar di masyarakat dan media sosial.

“Masyarakat harus berpikir cerdas, sehingga tidak mendiskreditkan tugas dan tanggung jawab tenaga medis dan orang-orang yang terlibat menangani pencegahan penularan virus Corona di masyarakat,” pintanya.

Sementara itu dokter spesialis penyakit dalam RS TC Hillers Maumere, dr.Asep Purnama, Sp.Pd., menegaskan dirinya selalu menangani pasien Covid-19 dan bersyukur tidak terpapar karena ketat menjalani protokol kesehatan.

Asep menyesalkan pernyataan dari berbagai pihak yang mencurigai tenaga medis meng-covid-kan pasien agar bisa mendapatkan anggaran. Padahal, kenyataannya banyak tenaga medis yang meninggal karena menangani pasien Covid-19.

“Ini sebuah pernyataan dari orang yang tidak bertanggungjawab dan meresahkan masyarakat. Harusnya memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan, sehingga mata rantai penyebarannya diputus dan daerah kita terbebas dari virus ini,” pesannya.

Asep berpesan, agar masyarakat dan tenaga medis tetap melaksanakan protokol kesehatan, yakni 3 M dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Selain itu, melaksanakan 3K, yakni Kaji Informasi yang masuk, Kelola Emosi agar bisa rileks dan tenang, agar kuat melawan penyakit serta Kembangkan Sumber Daya.

“Mari kita bersama-sama memerangi virus Corona dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan, agar kita semua terhindar dari penyakit ini, dan bisa menjalani kehidupan normal,” harapnya.

Lihat juga...