Disinfeksi dan Pembersihan Lingkungan Cara Tagana Lamsel Cegah Covid-19 dan DBD

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Musim penghujan potensi peyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) jadi perhatian selain virus Covid-19. Hasran Hadi, Sekretaris Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Lampung Selatan menyebut prioritas kesehatan jadi perhatian pihaknya. Berkoordinasi dengan relawan Pelopor Perdamaian (Pordam) gelar kegiatan disinfeksi dan bersih lingkungan.

Hasran Hadi bilang selama pandemi Covid-19 Tagana tetap bergerak melakukan kegiatan sosial. Sasaran kegiatan disinfeksi dilakukan pada area UPTD Pelayanan Sosial Asuhan Anak (PSAA) Kalianda. Penyemprotan cairan disinfektan sebutnya merupakan kegiatan rutin pada lembaga yang menampung anak anak asuhan di bawah Dinas Sosial tersebut.

Melibatkan anak anak PSAA, Hasran Hadi menyebut disinfeksi jadi kegiatan meningkatkan kesadaran untuk hidup sehat.

“Kegiatan sosial yang kami lakukan menjadi bentuk kepedulian Tagana Lamsel untuk ikut menjaga kesehatan masyarakat terutama di lingkungan khusus yang tidak pernah dimasuki oleh pihak luar yakni kawasan asrama pelayanan sosial asuhan anak,” terang Hasran Hadi saat ditemui Cendana News, Jumat (22/1/2021).

Tagana Lamsel sebut Hasran Hadi ikut peduli pada derajat kesehatan anak anak panti asuhan. Selain melakukan disinfeksi pada area asrama UPTD PSAA Kalianda,kebersihan lingkungan juga dilakukan. Pencegahan penyebaran Covid-19 pada lingkungan asrama dilakukan dengan penyiapan tempat cuci tangan, membagikan masker. Pada area kamar makan, tempat tidur tempat meletakkan cairan penyanitasi tangan juga disiapkan.

Sejumlah personil Pordam dan Tagana Lampung Selatan menjaga kesehatan lingkungan dengan pembersihan area UPTD PSAA Kalianda, Jumat (21/1/2020). Foto: Henk Widi

Hasran Hadi menyebut sejumlah personil dilibatkan dalam melakukan pembersihan sampah, selokan yang berpotensi digenangi air. Langkah itu bertujuan untuk mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD) saat musim penghujan. Sejumlah kotak sampah yang berpotensi menjadi tempat pembuangan sampah plastik telah dibersihkan dengan cara ditimbun.

“Fokus masalah kesehatan yang Tagana lakukan selain pada pencegahan Covid-19 juga pada potensi penyebaran DBD,” tegasnya.

Kebersihan lingkungan tahap awal sebutnya dilakukan mencegah nyamuk aedes aegypti berkembang. Sebab kala penghujan sampah bisa menjadi biang berkembangnya jentik nyamuk. Program pengasapan atau fogging sebutnya belum dilakukan sebab langkah pencegahan dengan pembersihan lingkungan. Pengurasan bak mandi dan pemberian cairan abate dilakukan agar jentik nyamuk tidak berkembang.

Animan, personel Tagana yang melakukan disinfeksi menyebut upaya menjaga kesehatan telah dilakukan pada sejumlah tempat. Sebelumnya upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan telah dilakukan pada sejumlah sekolah. Menjaga kesehatan lingkungan kerap dilakukan bersamaan dengan sosialisasi mitigasi bencana. Namun imbas sejumlah sekolah tidak beraktivitas kegiatan dialihkan ke UPTD PSAA.

“Pada masa awal Covid-19 sosialisasi kami lakukan dengan cara cuci tangan yang benar pakai sabun dan kebersihan lingkungan,” bebernya.

Hadapi musim penghujan, Aiman menyebut persoalan kesehatan akan sangat beragam. Sejumlah anak anak PSAA Kalianda yang tinggal di asrama sebutnya tetap wajib melakukan kegiatan fisik. Olahraga, menjaga kebersihan diri dan menjaga stamina tubuh dilakukan agar anak tidak mudah terserang penyakit. Terlebih hujan dan angin kencang berimbas pada penurunan daya tahan tubuh.

Lihat juga...