Dokter: Frustasi Picu Masyarakat Sikka tak Percaya Adanya Corona

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Akhir-akhir ini, sebagian masyarakat Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, menganggap penyakit Covid-19 hanya isu atau berita hoaks dan membuat masyarakat tidak percaya, bahkan ada yang mulai mengabaikan penerapan protokol kesehatan.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang dokter ahli penyakit dalam di RS TC Hillers Maumere yang selalu menangani pasien Covid-19, yang dirawat di rumah sakit pemerintah itu, memberikan penjelasan.

“Pada akhirnya kami memahami ,bahwa tuduhan terjadi karena ketidaktahuan dan mungkin juga karena rasa frustasi masyarakat,” kata dr. Asep Purnama, Sp.Pd., dokter di RS TC Hillers Maumere, saat dihubungi Cendana News, Sabtu (2/1/2021).

Dokter spesialis penyakit dalam RS TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, dr.Asep Purnama, Sp.Pd., saat ditemui di RS TC Hillers, Rabu (30/12/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Asep mengatakan, ada warga Kabupaten Sikka yang masih juga belum percaya, bahwa Covid-19 memang ada, bahkan menganggap penyebaran berita Covid-19 adalah sebuah konspirasi.

Bahkan, menurutnya, ada yang menganggap tenaga medis telah dengan semena-mena meng-covid-kan masyarakat dengan tujuan untuk mengambil keuntungan pribadi.

“Saya mengucapkan terima kasih, karena tuduhan dan fitnahan itu membuat kami makin kuat dan tegar. Memacu kami untuk melakukan yang terbaik, untuk membuktikan semua itu hanyalah hoaks,” ujarnya.

Asep menyebutkan, memang pada awalnya terasa sakit dan rasanya ingin menyerah. Namun, ia mengatakan hal ini merupakan cambuk yang menguatkan para tenaga medis.

Ia menyebutkan, tenaga medis dengan segenap upaya memacu diri melawan ketakutan tertular dan kelelahan raga, demi tugas kemanusiaan, tapi malah dianggap melakukan kejahatan.

“Berharap Covid-19 tertinggal di 2020, dan kita melenggang ceria di 2021, tetapi mungkinkah? Boleh saja berangan optimis, tapi realitas kasus Covid-19 masih menanjak sinis,” tegasnya.

Asep mengatakan, tenaga kesehatan maupun nonkesehatan di Sikka dalam kebersamaan dan kerja sama di ruang isolasi dengan segala keterbatasan yang ada menolong pasien Covid-19.

Ia berpesan, agar tenaga kesehatan saling menguatkan dalam upaya menolong masyarakat yang tertular Covid-19, dan tetap semangat. Sebab, nampaknya perjuangan belum akan berakhir dalam waktu dekat ini.

“Dengan segala daya, kami mencoba memahami penyakit Covid-19 yang relatif baru dan masih penuh misteri. Dengan sekuat kemampuan yang ada, kami berupaya menyelamatkan mereka yang tertular,” tegasnya.

Asep berharap, agar segenap masyarakat tetap tegar dan senantiasa optimis mendukung tenaga medis menghadapi masa mendatang. Sebab, dukungan sangat menguatkan dan  memacu tenaga medis untuk memberikan pelayanan yang terbaik sesuai sumpah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, mengakui ada isu miring di masyarakat soal Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dan RSTC Hillers Maumere meng-covid-kan pasien.

Petrus menegaskan, bahwa opini tersebut sengaja dibentuk untuk meresahkan masyarakat. Sebab, penanganan Covid-19 yang dilaksanakan di Kabupaten Sikka sesuai pedoman dari Kementrian Kesehatan RI.

“Kami menjalankan tugas penanganan Covid-19 sesuai Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease Revisi ke-5 yang diterbitkan Kementerian Kesehatan sejak Juli 2020,” ungkapnya.

Lihat juga...