Enam Desa di Kei Besar Utara Barat Maluku Tenggara Teraliri Listrik

Pengaliran listrik di enam ohoi di Kei, ditandai dengan penekanan saklar oleh Bupati Malra, M Thaher Hanubun, dan Kepala PLN UP3 Tual, Alexander Manuhuwa, pada acara peresmian Listrik Desa (Lissa) yang dipusatkan di Ohoi (Desa) Hoor Islam, Minggu (24/1/2021) – Foto Ant

LANGGUR – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), melalui Program Listrik Desa (Lissa), mulai mengalirkan listrik ke enam desa di Kei Besar Utara Barat, Maluku Tenggara (Malra).

Enam desa tersebut adalah, Ad Weaur, Ad Ngurwul, Ad Ohoiwaf, Ohoilar, Hoor Kristen dan Hoor Islam. Pengaliran listrik ditandai dengan penekanan saklar oleh Bupati Malra, M Thaher Hanubun, dan Kepala PLN UP3 Tual, Alexander Manuhuwa, pada acara peresmian Listrik Desa (Lissa) yang dipusatkan di Ohoi (Desa) Hoor Islam, Minggu (24/1/2021).

Alexander dalam laporannya menyampaikan, peresmian Lissa di Kecamatan Kei Besar Utara Barat merupakan peristiwa penting, bagi masyarakat setempat. “Bupati Malra yang terus mendorong dan selalu mendukung pembangunan jaringan listrik ke seluruh wilayah Kei Besar patut kita apresiasi,” katanya, seusai peresmian.

Dukungan dan kerja sama masyarakat, untuk merelakan tanahnya digunakan atau tanamannya ditebang guna pemasangan jaringan listrik, kini sudah membuahkan hasil. “Pembangunan itu butuh kerja sama dan juga pengorbanan, hari ini dengan penyalaan listrik enam ohoi ini maka menambah jumlah ohoi yang baru menyala atau menikmati listrik sejak 22 Mei 2020 sampai hari ini sebanyak sebanyak 29 ohoi,” ujarnya.

Untuk melistriki enam ohoi, PLN telah membangun infrastruktur kelistrikan berupa Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 9,5 km, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 4,48 km dan gardu distribusi sebanyak empat unit. Kemudian, perkembangan penyambungan pelanggan sampai dengan saat ini dari 350 calon pelanggan, sebanyak 247 pelanggan yang sudah membayar biaya BP dan penyalaan secara bertahap dilakukan sejak Sabtu (23/1/2021).

Listrik di Pulau Kei Besar sudah menyala 24 jam sejak 22 Mei 2020, maka masyarakat agar dapat memanfaatkan listrik untuk peningkatan kesejahteraan. Alexander meminta dukungan semua lapisan masyarakat, untuk ikut menjaga aset jaringan listrik dari gangguan pohon. Maupun membantu petugas PLN, bila membutuhkan angkutan transportasi laut untuk melakukan perbaikan ataupun pemeliharaan.

Masyarakat disebutnya, dapat menggunakan listrik sesuai dengan peruntukan, dan tidak menyalahgunakan penggunaan listrik. Hal itu  akan berdampak pada bahaya kebakaran, dan kerugian bagi masyarakat sendiri. Selain itu, dalam melaksanakan aktivitas di kebun atau di manapun, diharapkan tidak menyentuh kabel listrik, karena akan berakibat tersengat listrik dan membahayakan keselamatan jiwa. (Ant)

Lihat juga...