FPPB Minta Satgas Covid-19 Sikka Kontrol Pasar Tradisional

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Forum Peduli Penanggulangan Bencana (FPPB) kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten setempat mengontrol aktivitas pasar tradisional. Hal ini mengingat aktifitas jual beli terutama saat hari pasar mingguan sangat meresahkan, dimana masih banyak pengunjung dan penjual yang tidak mengenakan masker.

Ketua Forum Peduli Penanggulangan Bencana (FFPB) Kabupaten Sikka, NTT, Carolus Winfridus Keupung saat ditemui di kantornya di Kota Maumere, Jumat (22/1/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Kerumunan orang selalu terlihat di pasar tradisional termasuk setiap hari di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Alok Maumere,” kata Ketua Forum Peduli Penanggulangan Bencana (FPPB) Kabupaten Sikka, NTT, Carolus Winfridus Keupung saat ditemui Cendana News di kantornya di Kota Maumere, Jumat (22/1/2021).

Win sapaannya menyebutkan, memang ada petugas Satpol PP di pintu masuk pasar tetapi hanya mengecek apakah pengunjung mempergunakan makser atau tidak, dan tidak mengontrol akivitas di dalam pasar.

Dia mencontohkan, meskipun setiap hari dijaga tetapi kerumunan orang tetap terjadi di TPI Alok, bahkan saling berhimpitan, karena membeli ikan yang dilelang di tepi dermaga.

“Suasana di Pasar Alok Maumere juga serupa dimana masih ada kerumunan warga saat hari pasar.Orang berdesak-desakan dan tidak ada pengontrolan oleh petugas di dalam areal pasar,” ucapnya.

Win juga meminta agar pemerintah melalui Satgas Covid-19 Sikka melarang aktifitas pesta termasuk pesta sambut baru yang mulai digelar di bulan Februari 2021 nanti.

Menurutnya, meningkatnya kasus transmisi lokal akibat dari tidak tertibnya masyarakat menerapkan protokol kesehatan, terutama di pasar tradisional dan TPI Alok yang masih terjadi kerumuman warga.

“Masih ada pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan masker. Pemerintah juga harus menghentikan berbagai kegiatan di desa yang dihadiri Bupati Sikka karena mengumpulkan orang dalam jumlah besar,” sarannya.

Sementara itu, Nurlaela seorang pengujung di Pasar Alok mengakui saat hari selasa, yang merupakan pasar mingguan, banyak sekali pengunjung, terutama di tempat penjualan ternak di areal luar pasar dan lapak dadakan penjual pakaian bekas.

Nurlaela katakan, petugas Satpol PP termasuk tentara memang ada di depan portal pintu masuk, tetapi tidak ada petugas yang berjalan keliling pasar untuk mengingatkan warga soal penerapan protokol kesehatan.

“Memang sejak meningkatnya kasus transmisi lokal di Januari, membuat penjual di Pasar Alok banyak yang memilih tidak berjualan, terutama penjual sayuran. Pembeli pun mulai tampak sepi dan akan ramai saat hari selasa yang merupakan hari pasar mingguan,” terangnya.

Lihat juga...