Gula Merah, Bahan Penting di Setiap Jenis Masakan

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Gula merah menjadi salah satu bahan baku pembuatan sejumlah kuliner tradisional. Rasa manisnya yang khas dan kemampuannya memberikan warna alami pada makanan, membuat gula merah menjadi bahan paling penting dalam pembuatan beragam masakan.

Marniati, penyedia kuliner minuman bandrek menyebut, gula merah menjadi alternatif penambah rasa, sekaligus pewarna alami cokelat pada minuman tradisional.

Ia menjelaskan, minuman tradisional bandrek menggunakan gula merah untuk pemanis. Dibuat dari campuran jahe emprit yang dibakar,digeprek dan direbus akan makin lezat dengan tambahan gula merah. Penambahan gula merah akan menciptakan aroma khas gula yang berasal dari nira kelapa. Gula merah diiris tipis-tipis, agar tercampur sempurna dalam minuman bandrek.

Menikmati minuman bandrek dengan pemanis gula merah, menjadi sajian favorit Johan, salah satu pekerja pelabuhan di warung Marniati, Sabtu (2/1/2021). -Foto: Henk Widi

Marniati menyebut, gula merah yang digunakan dominan berasal dari gula kelapa. Namun, ia kerap mempergunakan juga gula merah dari proses penyadapan nira pohon aren. Penggunaan gula merah dari pohon aren digunakan untuk pembuatan cuka pempek dan coto Makassar. Bahan kuliner gula merah lebih mudah diperoleh sekaligus terbuat dari bahan alami.

“Kebutuhan gula merah selain untuk bahan minuman tradisional bandrek, juga untuk pembuatan kuliner pembuatan rendang, coto dan juga berbagai jenis sayuran untuk disajikan kepada pelanggan. Gula merah yang saya gunakan dibeli langsung dari perajin gula, agar dalam kondisi baru, setelah dicetak langsung dikirim,” terang Marniati, saat ditemui Cendana News, Sabtu (2/1/2021).

Pedagang kuliner di dermaga dua pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan itu kerap membutuhkan lima kilogram gula merah per pekan. Gula merah yang telah dibeli akan digunakan untuk penambahan rasa manis dengan cara diparut. Sebagian konsumennya juga kerap meminta dibuatkan minuman kopi dengan pemanis gula merah. Sensasi menikmati kopi berpemanis gula merah akan lebih nikmat.

Johan, salah satu penyuka minuman bandrek, menyebut sensasi seruputan minuman itu makin manis dengan gula merah. Disajikan hangat, minuman berbahan utama jahe akan makin harum dengan aroma gula merah kelapa. Warna cokelat alami dari bandrek perpaduan jahe dan warna gula merah, menjadi daya tarik untuk meminumnya.

“Gula merah yang telah direbus bersama jahe akan mengepulkan aroma wangi khas menghangatkan badan,”cetusnya.

Penggunaan gula merah untuk pembuatan minuman tradisional, sebutnya, lebih lezat. Sebab, saat ini muncul berbagai jenis minuman cepat saji yang menggunakan pemanis buatan. Penggunaan gula merah untuk pembuatan minuman tradisonal menimbulkan sensasi saat diseruput. Bandrek hangat sekaligus menjadi alternatif minuman kesehatan dengan pemanis alami gula merah.

Selain bandrek, penggunaan gula merah untuk minuman juga diberikan pada minuman cendol.

Nurhasanah, salah satu pedagang makanan dan minuman tradisional, memanfaatkan gula merah untuk berbagai kuliner. Ia menggunakan gula merah untuk pembuatan gethuk lindri, lemet, dan cemplon. Pada minuman cendol, gula merah akan menjadi juruh atau pemanis.

“Cendol berbahan tepung tapioka yang memiliki tekstur kenyal akan makin manis dengan tambahan gula merah,”cetusnya.

Kebutuhan gula merah, sebut Nurhasanah, mencapai lima kilogram setiap pekan. Gula merah yang digunakan sebagai pemanis sekaligus menjadi pewarna cokelat alami. Berbagai kuliner tradisional yang diberi pemanis gula merah, menurutnya akan menambah kelezatan. Meski demikian, takaran tepat digunakan olehnya agar kuliner yang disajikan disukai pelanggan.

Produsen gula merah, Sumiati, warga Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, menyebut gula merah dibuat dari nira kelapa. Proses penyadapan nira kelapa dilakukan oleh sang suami, Ishak.

Air nira kelapa akan dimasak, adonan nira kelapa yang telah mengental dicetak memakai bumbung bambu. Pembuatan gula merah secara tradisional menghasilkan 25 hingga 30 kilogram per hari.

Menurutnya, gula merah menjadi bahan kuliner yang disukai masyarakat. Selain untuk pembuatan makanan, gula merah juga menjadi bahan baku pembuatan kecap. Dijual seharga Rp15.000 per kilogram pada level produsen, pembuatan gula merah terus dilakukan seiring peningkatan permintaan. Sepekan ia bisa memproduksi gula merah yang akan diambil pengepul untuk dijual ke pasar tradisional.

Lancarnya produksi gula merah, sebut Sumiati, mendukung usaha kuliner. Sejumlah pemilik usaha warung makan di sepanjang Jalinsum kerap memesan gula merah kepadanya minimal 10 kilogram per pekan.

Pembuatan makanan rendang daging, sayur lodeh dan berbagai kuliner tradisional memakai gula merah sebagai penyedap rasa dan menciptakan warna cokelat alami.

Lihat juga...