Haul ke-13 Presiden Soeharto Diperingati di Serang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SERANG – Peringatan wafat atau haul ke-13 Presiden Kedua RI, HM Soeharto, digelar oleh seratusan jamaah tahlil di Legok Dalam, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten, Rabu (27/1/2020) malam.

Haul ke-13 Presiden Kedua RI, HM Soeharto, dilaksanakan di saung ‘Pengabdian’ dikoordinir salah seorang tokoh masyarakat Legok Dalam, Kota Serang, H. Ony. Peringatan tersebut memang dilakukan setiap tahun oleh H. Ony yang juga Koordinator Barisan Rakyat Anti-Komunis (Barak).

“Ini hal biasa sudah langganan, setiap tahun doa bersama, mendoakan Pak Harto, bersama jamaah warga sekitar Legok Dalam,” ungkap H. Ony dikonfirmasi Cendana News, Kamis (28/1/2021).

Dikatakan, kegiatan yang dilakukannya bersama jamaah tidak ada motivasi apa pun. Hanya bentuk penghormatan kepada jasa Presiden Kedua RI H.M Soeharto. H. Ony bahkan mengaku tidak kenal dengan Keluarga Cendana satu pun.

Warga Banten mendoakan Presiden Kedua RI HM Soeharto dalam haul ke-13 di kediaman H Ony, Rabu malam (27/1/2021) – Foto: Istimewa

“Kami di sini hanya orang kecil, haul dilakukan setiap tahun, jika ada rejeki biasa buat makan bersama setelah berdoa. Jika tidak ada tetap dilakukan dengan ikhlas bersama jamaah, mayoritas adalah warga sekitar saja,” jelasnya.

Doa bersama tersebut memohon agar segala dosa baik yang disengaja atau pun tidak semasa hidup Presiden Kedua RI bisa diampuni.

Siapakah Sosok H Ony? Dia merupakan mantan kepala desa selama 25 tahun di desanya, sejak tahun 1970-an hingga tahun 1995. Dia tidak bisa lupa saat tahun 1979 pernah diundang ke istana oleh Presiden Kedua RI, HM Soeharto, kapasitasnya sebagai kepala desa.

“Saat itu saya masih 8 tahun jadi kepala desa dan diundang ke istana bertemu Pak Harto. Jadi kepala desa dan pernah diundang ke istana, jadi wajar saya bangga dengan Pak Harto,” ujarnya.

Bahkan dia memposisikan diri sebagai anak ideologis dari Presiden Kedua RI, HM Soeharto. Sebab, menurutnya, dia hadir di era Orde Baru.

“Meskipun saya bukan anak biologis, tapi saya merasa sebagai anak ideologis Orde Baru. Saya bangga sebagai anak ideologis Pak Harto,” ujar H. Ony mengaku, saat ini banyak orang lari dari komitmen sebab tidak kuat.

Padahal tegasnya, Soeharto bisa menjadi Presiden Kedua RI merupakan bagian dari wahyu Tuhan. Supersemar juga merupakan salah satu buktinya.

Bisa dibuktikan dalam sejarah,  ketika Supersemar ditandatangani, merupakan hasil diskusi panjang para jenderal dengan presiden yang ada waktu  itu. Barulah  setelah salat Magrib, supersemar ditandatangani untuk kebaikan bangsa Indonesia.

“Artinya, jika tidak ada campur tangan Allah maka tidak ada Supersemar. Karena Supersemar itu sendiri berperan menyelamatkan negara dari komunisme. Kalau tidak, tidak ada Indonesia seperti sekarang ini,” paparnya.

Dia menggambarkan bahwa nuansa bernegara saat ini hampir sama dengan tahun 1965. Saat ini orang bicara PKI juga takut. Harus dipahami bahwa partai itu organisasi, ideologinya tentu bisa berubah.

Lihat juga...