Hingga Akhir Februari, Pelajar di Sikka Belajar dari Rumah

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebelumnya memperbolehkan sekolah-sekolah sejak jenjang PAUD/TK hingga SMP/MTs di luar Kecamatan Alok, Alok Barat dan Alok Timur melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, NTT, Mayella da Cunha saat ditemui di kantornya di Kota Maumere, Selasa (5/1/2021). Foto : Ebed de Rosary

Namun sejak tanggal 27 Januari 2021, Dinas PKO kembali mengeluarkan surat yang menegaskan penghentian semua aktivitas belajar tatap muka terhadap sekolah sejak jenjang PAUD/TK hingga SMP/MTS yang berada di bawah kewenangan kabupaten.

“Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka terbatas di seluruh wilayah Kabupaten Sikka dihentikan,” tegas Kepala Dinas Pendidikan,Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, NTT, Mayella da Cunha. SSos dalam suratnya yang diterima Cendana News, Kamis (28/1/2021).

Yell sapaannya menegaskan, KBM tatap muka terbatas tersebut dihentikan hingga tanggal 25 Februari 2021 dan sekolah dapat melaksanakan pembelajaran melalui metode daring atau Belajar Dari Rumah (BDR).

Dia katakan, surat Dinas PKO ini dikeluarkan merujuk kepada Surat Edaran Bupati Sikka Nomor : Satuan Tugas/28/C-19/1/2021 tanggal 25 Januari 2021 tentang Penegakan Protokol Kesehatan Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

“Penghentian pembelajaran tatap muka ini dilakukan sesuai surat edaran Bupati Sikka dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Sikka,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN1 Maumere, Vitalis P. Sukalumba mengatakan, pihaknya pun mematuhi imbauan yang dikeluarkan Dinas PKO Sikka untuk melaksanakan pembelajaran secara daring.

Vitalis katakan, meskipun selama beberapa kali melaksanakan pembelajaran tatap muka di kelas tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat, namun pembelajaran dari rumah juga selama ini dilakukan.

“Siswa akan menjalani pembelajaran dari rumah secara daring. Apabila ada tugas yang harus dikerjakan siswa maka jawaban bisa dikirim secara daring atau siswa mengantarnya ke sekolah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Sementara itu, guru SDN Nangameting, Kota Maumere, Emiliana P. Namatuka mengakui sekolahnya juga menerapkan pembelajaran dari rumah dimana guru menyediakan soal dan orang tua murid mengambilnya di sekolah.

Emi sapaannya mengakui, setelah siswa mengerjakan jawabannya maka orang tua murid mengantarkan jawaban tersebut ke sekolah dan menyerahkan kepada guru kelas siswa tersebut.

“Kami berikan pertanyaan dan siswa mengerjakannya di rumah. Setelah selesai dikerjakan baru orang tua murid mengantarnya ke sekolah untuk diserahkan ke guru kelasnya. Untuk olahraga, siswa merekam video di rumah dan mengirimkan ke guru olahraga,” jelasnya.

Lihat juga...