Inginkan Penghematan Anggaran, Banjarmasin Bangun Incinerator

Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Rachmat Hendrawan, memusnahkan barang bukti narkoba ke dalam Medical Waste Incinerator atau tempat pembakaran limbah medis di Rumah Sakit Anshari Saleh Banjarmasin – Foto Dok Ant

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) di 2021 membangun incinerator atau mesin pembakar limbah medis. Pembangunan dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Basirih, Banjarmasin Selatan.

Biaya pembangunan incinerator menelan anggaran sekira Rp2,5 miliar. “Tahun ini kami targetkan punya incinerator sendiri, kalau dibandingkan harus bayar pihak ketiga Rp1,3 miliar setiap tahunnya, pastinya lebih menghemat biaya,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi di Banjarmasin, Senin (4/1/2021).

Selain itu disebutnya, sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk memiliki incinerator sendiri. Hal itu dikarenakan, sudah memiliki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yaitu, Sultan Suriansyah dan saat ini di Banjarmasin juga sudah ada 26 puskesmas. “Kita harap ini didukung semua pihak, termasuk kita upayakan pemenuhan izin lingkungan pembangunan incinerator ini,” papar Machli Riyadi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Mukhyar memastikan, lahan di TPA Basirih untuk pembuatan incinerator sudah siap. “Sudah siap lahannya, kita dukung Dinkes untuk bangun incinerator itu,” tandasnya.

Jika sudah selesai dibangun Dinkes, DLH akan mendukung untuk pengelolaannya. Dan menurutnya, Pemkot Banjarmasin memang sudah seharusnya memiliki mesin pemusnah limbah medis sendiri. Hal itu dikarenakan, keberadaan limbah berbahaya sering bertebaran sembarangan. Bahkan tidak jarang dapat ditemui di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) hingga TPA. (Ant)

Lihat juga...