Inilah Aktivitas Menenun Pengungsi di Lembata, Datangkan Pendapatan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LEWOLEBA – Pengungsi dari Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengungsi secara mandiri dan tersebar di rumah-rumah warga di Kota Lewoleba difasilitasi kegiatan menenun kain.

Kegiatan yang dilakukan oleh Posko Barakat di Kelurahan Lewoleba Timur, Kota Lewoleba ini dimaksudkan sebagai trauma healing untuk menghilangkan stres dan kejenuhan saat berada di lokasi pengungsian serta menjadi aktivitas ekonomi.

“Kami membantu para pengungsi dengan memberikan benang agar mereka bisa menenun,” kata Koordinator Posko Barakat, Kelurahan Lewoleba Timur, Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT, Benediktus Bedil, saat dihubungi Cendana News, Selasa (5/1/2021).

Benediktus Bedil, Koordinator Posko Pengungsi Barakat, Kelurahan Lewoleba Timur, Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT, saat ditemui di posko, Sabtu (26/12/2020). Foto: Ebed de Rosary

Ben sapaannya, mengatakan, selain menghilangkan kejenuhan dan meningkatkan kreasi seni budaya, para perempuan di lokasi pengungsian bisa melakukan aktivitas yang bermanfaat dan bisa mendatangkan pendapatan.

Ia menambahkan, kain tenun yag dihasilkan akan dibantu untuk dipasarkan oleh Posko Barakat. Apabila para penenun kesulitan memasarkan produk yang dihasilkan mengingat situasi pandemi Corona membuat penjualan agak sulit.

“Dalam sehari rata-rata 20 perempuan melakukan penenunan di Posko Barakat. Kami bagikan benang lalu mereka melakukan proses mulai dari menggulung benang hingga menenun,” ucapnya.

Sementara itu, seorang tenaga kesehatan yang juga relawan Posko Barakat, Bidan Etha Making, mengatakan, aktivitas menenun merupakan kegiatan keterampilan dan salah satu bentuk rekreasi yang bermanfaat.

Menurut Etha, kegiatan menenun yang dilakukan bermanfaat untuk menunjukkan bakat, kemampuan dan aktivitas diri serta meningkatkan harga diri maupun mengurangi stres.

“Kegiatan menenun juga bermanfaat untuk menjalin persahabatan di antara sesama pengungsi, mempertahankan dan melatih kemampuan mendengar, serta meningkatkan hubungan sosial,” terangnya.

Selain itu, tambah Etha, menenun juga dapat meningkatkan imajinasi dan merupakan salah satu bentuk pemberdayaan terhadap para perempuan terutama kaum lansia agar tetap dapat mempunyai kesibukan yang mengundang penghasilan.

Lihat juga...