Inilah Kisah Buruh Tani di Desa Pinggirsari

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANDUNG – Sebagai wilayah yang mengandalkan pergerakan ekonomi melalui sektor pertanian, sebagian masyarakat di Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, memilih profesi sebagai buruh tani.

Di wilayah tersebut, umumnya buruh tani diberikan upah sebesar Rp50.000 per hari atau enam jam, mulai dari jam 07.00 sampai jam 13.00, sesudah azan Zuhur. Angka itu tidak jauh berbeda dari rilis Badan Pusat Statistik (BPS) terkait upah rill buruh tani di bulan Desember, sebesar Rp55.921 per hari.

Ayi (46), salah seorang buruh tani asal desa setempat mengungkapkan, setiap hari mengisi waktunya menjadi buruh tani di lahan-lahan milik petani, mulai dari mencangkul, memupuk, memberikan obat, hingga memanen.

“Jadi kalau buruh tani itu apa saja dikerjakan, sesuai permintaan pemilik lahan. Nanti sesudah azan Zuhur ya selesai,” kata Ayi kepada Cendana News, Senin (25/1/2021).

Meski upah yang diterimanya tidak terlalu besar, namun Ayi mengaku itu sudah cukup untuk memenuhi keperluan sehari-hari. Pasalnya, di samping sebagai buruh tani, Ayi juga memiliki sapi. Dengan menjadi buruh tani, Ayi bisa memanfaatkan rumput-rumput di lahan petani untuk menjadi makanan sapi miliknya.

“Jadi kalau habis kerja kita bisa ambil jukut (rumput). Sudah cari makanan sapi juga,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Emen (62) salah seorang petani menyebut, upah Rp50.000 yang dibayarkan petani itu sudah bersih. Selama bekerja, mereka juga diberi makan, rokok dan kopi.

“Sebetulnya kalau dihitung kotor upah mereka sampai Rp75.000 karena makan, kopi dan rokoknya saja bisa sampai Rp25.000 per orang per hari,” tandasnya.

Emen sendiri kerap memanfaatkan buruh tani untuk menggarap sawah dan kebun miliknya, mengingat usianya yang sudah lanjut, tidak mampu lagi menggarap lahan sendiri.

“Bapak udah nggak sanggup macul banyak-banyak itu. Apalagi kalau musim kemarau, mana panas dan tanahnya juga keras, jadi harus minta pertolongan,” tuturnya.

Selain padi, saat ini sejumlah petani di Desa Pinggirsari sedang banyak menanam jagung, ubi jalar dan bawang. Bahkan khusus ubi jalar, sebagian hasil pertaniannya sudah mampu menembus pasar ekspor.

Lihat juga...