Jateng Masih Kekurangan Tempat Tidur Ruang ICU Covid-19

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Selain pembatasan kegiatan selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), pemerintah kabupaten/kota di Jateng juga diminta untuk menambah tempat tidur atau kapasitas ruang rawat intensif (ICU) untuk covid-19.

“Secara total di rumah sakit seluruh Jateng, angka keterisiannya masih sekitar 60 persen. Namun, jika dilihat per kabupaten/kota, ketersediaan tempat tidur ruang ICU untuk pasien covid-19 masih sedikit,” papar Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo, saat dihubungi di Semarang, Senin (11/1/2021).

Dijelaskan, saat ini ruang ICU yang ada di rumah sakit, khususnya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) banyak yang masih non covid-19, sehingga tidak bisa digunakan untuk merawat pasien covid-19.

“Untuk itu, kita dorong agar ada penambahan ICU khusus covid-19, ataupun dengan mengubah ruang ICU umum menjadi khusus covid-19. Tentu saja dengan persyaratan yang harus dipenuhi, sesuai dengan aturan dari Kemenkes,” tandasnya.

Sementara, terkait distribusi vaksin covid-19 untuk wilayah Jateng, yang saat ini masih berada di fasilitas Cold Storage, milik Pemprov Jateng, pihaknya memastikan akan segera melakukan pengiriman ke 35 kabupaten/kota di Jateng.

Hal ini seiring dengan keputusan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), yang telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) terkait vaksin covid-19.

“Kita segera akan didistribusikan ke masing-masing kabupaten/kota, di bawah dinas kesehatan masing-masing , untuk kemudian disalurkan ke fasilitas kesehatan yang sudah ditunjuk dalam pelaksanaan vaksinasi,” tandasnya.

Terpisah, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga mengakui, terkait ketersediaan ruang ICU covid-19 di kabupaten kota di Jateng yang masih minim.

“Berbeda dengan penyediaan ruang isolasi covid-19, yang cenderung lebih mudah dipenuhi, untuk ICU khusus covid-19 rupanya masih sulit. Untuk itu, kita minta target agar ruang ICU covid-19 ini dapat ditambah. Minimal 15 tempat tidur per rumah sakit,” paparnya.

Jika dilihat dari data jumlah tempat tidur ICU khusus covid-19 per kabupaten/kota, cukup memprihatinkan. Misalnya di Kabupaten Batang hanya ada satu, Banjarnegara delapan, Kabupaten Tegal 14, Temanggung sembilan, Wonogiri delapan, Wonosobo tujuh, Karanganyar empat, serta Kabupaten Kendal empat.

Selanjutnya, di Kota Pekalongan dan Kota Salatiga tujuh, Magelang 12, Pati 13, Pekalongan enam, Purbalingga empat, Purworejo empat serta Sragen sembilan. Sedangkan di Kabupaten Blora empat, Boyolali enam, Brebes 14, Demak tujuh, Grobogan enam dan Jepara dua.

Sementara, yang sudah bagus, dari ketersediaan tempat tidur untuk ICU covid-19, di antaranya Kota Semarang 124 tempat tidur, Kota Surakarta 110, Kabupaten Kebumen ada sebanyak 25 tempat tidur serta Banyumas dengan 61 tempat tidur.

“Kalau dilihat angkanya masih minim, untuk itu saya minta dan terus mendorong agar rumah sakit sigap, dengan melakukan penambahan kapasitas tempat tidur untuk ICU covid-19. Jika tidak, perawatan bagi pasien covid-19 tidak bisa maksimal,” tegasnya.

Disinggung terkait distribusi vaksin covid-19, seiring keluarnya izin penggunaan dari BPOM, Ganjar memastikan proses penyuntikan vaksin (vaksinasi) di Jateng, siap dimulai tanggal 14 Januari 2021.

“Kita langsung distribusikan ke 35 kabupaten kota di Jateng, prosesnya dalam sehari juga bisa selesai, sebab seluruhnya sudah siap. Mulai dari tempat pelaksanaan vaksinasi, dari rumah sakit hingga puskesmas, termasuk vaksinator,” pungkasnya.

Sebelumnya, sebanyak 62.560 vaksin Covid-19 telah sampai di Jateng, dan disimpan di gudang berfasilitas Cold Storage di Semarang, pada 4 Januari 2021 lalu. Vaksin tidak langsung didistribusikan ke kabupaten/kota karena masih menunggu izin penggunaan atau EUA dari BPOM.

Lihat juga...