Jumlah Kasus Kejahatan di Kota Sorong, Menurun

Seorang warga menyalakan kembang api di Jalan Jendral Sudirman, Kota Sorong, Papua Barat, Jumat (1/1/2021). Meski ada pelarangan perayaan pergantian tahun oleh pemerintah, sejumlah warga masih merayakan pergantian tahun dengan menyalakan kembang api sebagai bentuk suka cita memasuki tahun baru 2021. -Ant

SORONG – Kapolres Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan, mengatakan selama 2020 jumlah kasus kejahatan yang ditangani sebanyak 1.842 kasus, lebih rendah dibandingkan pada 2019 yang mencapai 2.397 kasus.

Dia mengatakan, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) pada 2020 sebanyak 440 kasus. Menurun dibandingkan tahun 2019, 600 kasus.

Kemudian perkara penganiayaan 270 kasus pada 2020, menurun dibandingkan 2019 sebanyak 347 kasus.

Pencurian dengan pemberatan (curat) 211 kasus pada 2020, juga menurun dibandingkan 2019 yang mencapai 310 kasus.

Selanjutnya, kasus pengeroyokan pada 2020 sebanyak 175 kasus mengalami penurunan dibandingkan 2019 yang mencapai 236 kasus. Serta kasus pencurian dengan kekerasan (curas) 128 kasus pada 2020, menurun dibandingkan 2019 yang mencapai 176 kasus.

Sementara itu, tercatat 125 kecelakaan lalu lintas terjadi sepanjang 2020. Sebanyak 16 meninggal dunia, 18 korban luka berat, dan 91 korba luka ringan.

“Pengungkapan kasus narkotika dan psikotropika sepanjang 2020 sebanyak 14 kasus ganja dan 16 kasus sabu-sabu. Mengalami peningkatan dibandingkan 2019 yang mencatat 9 kasus ganja dan 16 kasus sabu-sabu,” katanya di Sorong, Minggu (3/1/2021).

Ia menambahkan, kasus narkotika dan psikotropika pada 2020 sebanyak 35 orang ditetapkan menjadi tersangka dan menjalani proses hukum. Jumlah barang bukti yang disita berupa ganja sebanyak 9 kilogram lebih, sabu-sabu sebanyak 231 gram serta minuman keras jenis Cap Tikus sebanyak 1.005 liter. (Ant)

Lihat juga...