Jumlah Penerima BST 2021 di OKU Berkurang Dua Ribu KPM

 PT Pos saat menyalurkan BST tahap I kepada KPM di Kabupaten Bantaeng – Foto Ant

BATURAJA – Dinas Sosial Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat, jumlah penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) di 2021, berkurang lebih dari dua ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Kepala Dinas Sosial Ogan Komering, Ulu Syaiful Kamal, melalui Kabid Pemberdayaan Fakir Miskin, Kholik mengatakan, di 2020 tercatat jumlah penerima BST ada 20.491 KPM. Sedangkan tahun ini, terjadi pengurangan jumlah yang mencairkan dana bantuan dari Kementerian Sosial RI tersebut di Kantor Pos Baturaja. Hanya sekira 18.392 KPM, yang melakukan pencairan. “Artinya ada pengurangan dua ribu lebih KPM warga OKU (Ogan Komering Ulu) yang menerima BST tahap pertama tahun ini,” katanya, Senin (11/1/2021).

Pengurangan jumlah tersebut terjadi karena adanya data KPM yang tidak valid, berdasarkan validasi dari Kementerian Sosial RI. Sehingga data dihapus dari daftar penerima dana bantuan di tahun ini. “Penyebab dikuranginya data oleh Kemensos ini, karena ada data KPM yang tidak valid atau tidak ada sinkronisasi NIK di Disdukcapil,” katanya.

Kabid Pemberdayaan Fakir Miskin Dinas Sosial OKU, Kholik – foto Ant

Pihaknya akan melakukan validasi ulang data KPM yang dikeluarkan pada Januari ini melalui Disdukcapil Ogan Komering Ulu (OKU), agar jumlah penerima bantuan tahap selanjutnya dapat bertambah. “Namun, kami tidak bisa memastikan, apakah akan ada penambahan lagi sampai April 2021 nanti. Yang jelas data penerima bantuan pada Januari ini akan kami verifikasi ulang,” tandasnya.

Kepala Kantor Pos Baturaja, Aldy Frandinca Rinaldy menyebut, Senin (11/1/2021) pihaknya sudah mulai menyalurkan dana BST tahap pertama, kepada 18.392 KPM. “Penyaluran dana BST tahap pertama tahun 2021 mulai disalurkan hari ini di Kantor Pos Baturaja selama tujuh hari ke depan,” katanya.

Penyaluran BST tahap pertama, mekanismenya masih sama seperti tahun sebelumnya. Hanya nominal dana yang diberikan dikurangi. Setiap KPM mendapat bantuan dana Rp300.000 per-bulan, untuk membantu meringankan kebutuhan sehari-hari. “Pada 2020 lalu setiap KPM menerima dana bantuan sebesar Rp600.000 per-bulan, sedangkan tahun ini Rp300.000 per-bulan,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...