Kadin Optimis Sektor Kelautan dan Perikanan Tahun Ini Lebih Baik

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, mencatat pada 2020 ekspor produk perikanan berhasil tumbuh lebih dari 7 persen, dan mampu menekan impor produk sektor ini sebesar lebih dari 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kadin pun optimis, tahun ini kinerja sektor perikanan dan kelautan dapat bekerja lebih baik.

“Kami optimis, sektor usaha perikanan dan kelautan masih dapat bertumbuh dan tetap menjadi salah satu ujung tombak utama, meski dipengaruhi dinamika perekonomian nasional dan dunia, juga terimbas pandemi Covid-19,” ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto, dalam siaran pers yang diterima Cendana News, Kamis (14/1/2021).

Menurut Yugi, optimisme itu juga diperkuat dengan telah ditemukannya vaksin Covid-19 yang telah didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia. Hal itu membawa angin segar bagi pemulihan perekonomian dan iklim dunia usaha, tanpa terkecuali bagi sektor perikanan dan kelautan.

“Tentunya itu membawa harapan bagi kami, para pelaku usaha. Sekaranglah momen terbaik untuk memacu produk dari sektor perikanan, tidak hanya untuk optimalisasi pasar domestik, tapi juga pasar internasional yang lebih luas,” tukas Yugi.

Di samping itu, perubahan tren yang saat ini makin menguntungkan dengan adanya peningkatan penggunaan teknologi, makin mendekatkan rantai suplai produk perikanan kepada pasar, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dari sektor ini.

“Makin banyaknya permintaan, maka makin banyak juga tantangan yang akan dihadapi dan harus menjadi perhatian bersama, beberapa hal yang menjadi perhatian adalah negara-negara tujuan ekspor produk perikanan Indonesia mengetatkan persyaratan keamanan pangan yang akan masuk, beberapa di antaranya adalah penerapan prinsip keberlanjutan dan ketertelusuran,” ungkap Yugi.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin, Rosan Perkasa Roeslani, menilai Indonesia saat ini perlu fokus terhadap upaya-upaya peningkatan produksi, terutama pada sektor perikanan tersebut. Setidaknya ada tiga yang menjadi fokus utama, yaitu perikanan tangkap, budi daya dan hasil olahan.

“Tentunya untuk tiga fokus utama itu dibutuhkan inovasi teknologi dan strategi pemasaran yang baik, dalam pengelolaan hasil produksi sektor perikanan, sehingga ada lima komoditas yang dapat digenjot produksinya, yaitu udang dan tuna-cakalang sebagai produk unggulan dan rajungan-kepiting, cumi-sotong-gurita dan rumput laut sebagai produk potensial lainnya,” papar Rosan.

Kadin berharap, di 2021 ini pemerintah dapat ikut meningkatkan promosi ekspor produk perikanan Indonesia, terutama pada lima komoditas itu, dengan memperhatikan tiga fokus utama yang dijadikan dasar pengembangan produk perikanan.

“Pasar domestik Indonesia yang besar dan meningkatnya permintaan pasar luar negeri menjadikan 2021 merupakan tahun yang penuh tantangan dan harapan besar sebagai tahun pembuktian Indonesia sebagai negara besar, dengan potensi hasil laut yang melimpah,” jelasnya.

Rosan memaparkan, sekarang ini yang diperlukan adalah persiapan yang matang dalam usaha meningkatkan produk perikanan, seperti pada penyusunan kebijakan-kebijakan yang dapat mengakomodir pihak swasta dan pro rakyat.

“Perlu aksi nyata yang bergerak dinamis dalam mengikuti tren pasar, baik domestik dan luar negeri, serta meningkatkan kerja sama hubungan baik antara pemerintah dan swasta, yang didukung oleh masyarakat,” pungkas Rosan.

Lihat juga...