Kasus Covid-19 di Babel Terus Bertambah

Seorang warga menjalani tes cepat COVID-19 di Batam, beberapa waktu lalu. ANTARA

PANGKALPINANG – Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat kasus baru terkonfirmasi virus Corona di daerah itu kembali bertambah 80 orang, sehingga kumulatif masyarakat terpapar virus berbahaya itu mencapai 2.417 orang.

“Saat ini sebagian dari 80 orang terkonfirmasi Covid-19 menjalani isolasi mandiri, karena ketersediaan ruangan di balai karantina sudah melebihi kapasitas,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Babel, Andi Budi Prayitno, di Pangkalpinang, Sabtu (2/1/2021).

Ia mengatakan, berdasarkan update kasus Covid-19 data pada Jumat (1/1) malam, pasien dinyatakan selesai isolasi atau bebas Covid-19 sebanyak 1.757  orang (bertambah 40), meninggal dunia 36 orang (bertambah 1), dalam isolasi/perawatan 624 orang (bertambah 80 – berkurang 41).

“Kumulatif kasus konfirmasi Covid-19 sudah mencapai 2.417 atau bertambah 80 orang, sehingga diperlukan sinergitas semua instansi pemerintah dan masyarakat untuk menekan laju kasus ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, 2.417 warga terkonfirmasi Covid-19 tersebut tersebar di Kota Pangkalpinang 851 (bertambah 41), Kabupaten Bangka 707 (bertambah 17), Bangka Tengah 381 (bertambah 13), Bangka Barat 131 (bertambah 4), Bangka Selatan 41 (bertambah 2), Belitung 271 (bertambah 3) dan Belitung Timur 35 orang.

“Kasus baru Covid-19 terbanyak terdapat di Kota Pangkalpinang, sehingga status ibukota provinsi itu meningkat menjadi zona merah,” katanya.

Menurut dia, penambahan 80 orang yang terpapar Covid-19 hari ini dan 36 (tiga puluh enam) orang yang meninggal dunia akibat Covid-19 kian menambah panjang daftar orang yang terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan menjadi keprihatinan semua pihak, sekaligus juga menjadi catatan khusus yang kian mengafirmasi, bahwa penyebaran dan penularan virus Corona masih terus terjadi.

“Kasus baru ini masih didominasi dari klaster perkantoran, klaster fasilitas kesehatan, klaster keluarga dan klaster perumahan, serta klaster perkebunan, klaster pesantren, klaster perkumpulan, klaster panti asuhan, dan klaster kampung dalam kasus terakhir,” katanya. (Ant)

Lihat juga...