Kasus Transmisi Lokal Meningkat, SMA di Sikka Lakukan Sekolah Online

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Kasus penyebaran pandemi COVID-19 di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya transmisi lokal yang terus meningkat membuat beberapa sekolah termasuk jenjang SMA atau sederajat pun memilih melaksanakan pembelajaran secara online.

Kepala Sekolah SMK Yohanes XXIII Maumere, Marselus Moa Ito saat ditemui di sekolahnya, Kamis (21/1/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Kami memilih menyelenggarakan pembelajaran secara online selain karena imbauan pemerintah, juga akibat meningkatnya kasus transmisi lokal,” kata Kepala Seolah SMK Yohanes XXIII Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Marselus Moa Ito saat ditemui Cendana News di sekolahnya, Kamis (21/1/2021).

Marselus katakan, pembelajaran tatap muka dihindari untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona mengingat kecenderungan kasus transmisi lokal yang terus meningkat sejak Desember 2020 lalu.

Diakuinya sebelumnya pun pihaknya pun telah menyelenggarakan pembelajaran secara online dan pembelajaran tatap muka terbatas sehingga para siswa sudah terbiasa mengikuti pembelajaran secara daring.

“Kita memang pernah melaksanakan pembelajaran tatap muka secara terbatas melalui sistem shift. Namun pihaknya pun tidak bisa menjamin para siswa menerapkan protokol kesehatan saat berangkat dan pulang sekolah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, NTT, Mayella da Cunha, dalam suratnya menyebutkan untuk sekolah di luar kecamatan Alok, Alok Barat dan Alok Timur termasuk Kota Maumere bisa menyelenggarakan pembelajaran tatap muka terbatas.

Yell sapaannya mengatakan, untuk jenjang SMP atau MTs jadwal pembelajaran dibagi dalam 2 kelompok yakni kelompok A setiap Senin, Rabu dan Jumat sebanyak 50 persen siswa dari kelas 7, 8 dan 9. Untuk kelompok B berlangsung pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu sebanyak 50 persen siswa dari kelas 7, 8 dan 9.

“Jadwal ini memperhatikan keadaan siswa dengan penekanan siswa belajar di sekolah dan mengerjakan tugas di rumah secara seimbang dalam satu minggu. Waktu pembelajaran normal pukul 7.30 WITA sampai 13.00 WITA,” sarannya.

Yell menegaskan, sekolah wajib menjalankan protokol kesehatan secara ketat dalam pelaksanaan KBM seperti melakukan pengukuran suhu tubuh, menyediakan tempat cuci tangan, wajib pakai masker, menjaga jarak atau tidak berkerumun.

“Pembelajaran tatap muka di sekolah secara normal akan dilakukan saat bulan Februari sambil memperhatikan keputusan Bupati Sikka soal ini terkait perkembangan pandemi Corona,” ucapnya.

Lihat juga...