KBM di Kota Madiun Kembali Secara Jarak Jauh

Ilustrasi. Pembelajaran tatap muka di Solo – Foto Ant

MADIUN – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun, Jawa Timur, kembali memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), kepada seluruh satuan pendidikan, pada awal semester genap tahun ajaran 2020/2021 yang dimulai 4 Januari 2021.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Madiun, Heri Wasana mengatakan, PJJ kembali diberlakukan karena mempertimbangkan perkembangan kondisi pandemi COVID-19. Saat ini Kota Madiun berstatus zona merah. Sebelumnya, Pemkot Madiun sempat memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM). “Saat ini berlaku PJJ. Untuk PTM tentu kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait dan melihat perkembangan kondisi Kota Madiun ke depan,” ujar Heri Wasana, Senin (4/1/2021).

Mengenai pelaksanaan PJJ, Dinas Pendidikan Madiun meminta, seluruh kepala satuan pendidikan agar dapat menjalankan proses kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan fasilitas pembelajaran jarak jauh yang telah tersedia. Selain itu, juga diharapkan kepada kepala satuan pendidikan agar memberikan imbauan dan pantauan pada siswa, untuk tetap melaksanakan Belajar Dari Rumah (BDR) dan berkreativitas di rumah.

Untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran jarak jauh yang berbasis daring, Pemkot Madiun telah membagikan laptop sebanyak 5.425 unit, kepada siswa kelas V dan VIII. Hal itu sebagai upaya Pemkot Madiun dalam memberikan fasilitas kepada siswa agar dapat terus belajar meskipun di tengah situasi pandemi.

Selain itu, juga disediakan akses wireless fidelity (Wifi) gratis, yang tersebar di 1.547 titik, yang berada di sejumlah wilayah di Kota Madiun. Ribuan titik Wifi tersebut di antaranya dipasang di poskamling yang ada di setiap Rukun Tetangga (RT), tempat umum seperti pasar, hingga Puskesmas. “Tetap semangat dan belajar dari rumah. Protokol kesehatan tetap dijalankan. Bila ada kendala belajar, bisa berkoordinasi dengan sekolah,” tandasnya.

Data Satgas COVID-19 Kota Madiun mencatat, hingga Senin (4/1/2021), ada 432 warga yang terkonfirmasi positif COVID-19. Dari jumlah itu, sebanyak 328 di antaranya telah sembuh, 69 orang masih dalam perawatan, dan 35 orang meninggal dunia. Jumlah pasien konfirmasi sebanyak 432 tersebut bertambah delapan kasus dari sehari sebelumnya. Saat ini Kota Madiun masuk dalam zona merah, yakni tergolong risiko tinggi penyebaran COVID-19 di Jatim. (Ant)

Lihat juga...