KBM Tanpa Tatap Muka di Sikka Diperpanjang

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Meningkatnya kasus positif Covid-19 sejak Desember 2020 hingga Januari 2021 membuat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) dihentikan sementara waktu.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka,NTT, Mayella da Cunha saat ditemui di kantornya, Kamis (14/1/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Masih adanya transmisi lokal sehingga KBM di sekolah sejak jenjang SD sampai SMA di Sikka dihentikan sementara,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, NTT, Mayella da Cunha saat ditemui di kantornya, Kamis (14/1/2021).

Yell sapaannya mengatakan, adanya penambahan kasus positif Covid-19 membuat KBM tatap muka di kelas dihentikan sementara sambil menunggu instruksi bupati soal pelaksanaan KBM kembali.

Dia menyebutkan, dinas PKO Kabupaten Sikka akan terus melakukan evaluasi terkait pelaksanaan KBM tatap muka di kelas dengan memperhatikan rekomendasi dari Bupati Sikka.

“Kami tidak akan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan soal KBM di kelas. Sesuai instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, kesehatan dan keselamatan siswa harus diutamakan,” terangnya.

Sementara itu lanjut dia, Dinas PKO Sikka akan terus melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka terkait, apakah masih ada transmisi lokal di daerah ini.

Menurut Yell, apabila transmisi lokal masih terjadi terus, maka pihaknya akan melakukan evaluasi dan membangun kominikasi dengan Satgas Covid-19, termasuk melihat surat edaran Bupati Sikka soal KBM.

“Kita tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran melalui daring apabila masih adanya guru yang terkena Covid-19. Kami sudah mengirim surat kepada semua kepala sekolah untuk sementara waktu KBM di kelas dihentikan,” terangnya.

Sementara itu, Marselina Malfrida murid Kelas 6 SD Inpres Nangameting, Kota Maumere saat ditanyai mengatakan, KBM tatap muka di sekolahnya ditiadakan hingga tanggal 24 Januari 2021.

Marselina menjelaskan, KBM tatap muka di kelasnya ditiadakan dan para murid hanya datang ke sekolah mengambil pekerjaan rumah untuk dikerjakan di rumah masing-masing.

“Setelah pekerjaan rumah selesai dikerjakan maka kami akan mengantarnya ke sekolah kembali. Guru mengatakan belajar tatap muka di kelas masih menunggu hingga tanggal 25 Januari nanti,” ucapnya.

Marselina mengakui pembelajaran tatap muka dihentikan karena salah seorang ibu guru, suaminya meninggal akibat Covid-19 dan para guru datang melayat karena tidak mengetahui informasinya.

Lihat juga...