Kembang Tahu Jahe Merah, Menu Penghangat Badan yang Menyehatkan

Editor: Mahadeva

Kembang tahu campur kuah gula merah, jahe merah, serai dan daun pandan, menjadi minuman menyehatkan, cocok di nikmati saat cuaca dingin dan hujan, sebagai penambah stamina Badan, Sabtu (23/1/2021) – Foto :M.Amin

BEKASI – Kembang tahu gula merah dicampur jahe, atau biasa disebut dengan wedang kembang tahu, cocok untuk teman dikala hujan turun di Kota Bekasi, Jawa Barat. Kembang tahu, dipercaya bisa menambah daya tahan tubuh.

Kelezatan Kembang Tahu, dikenal karena teksturnya yang lembut mirip bubur jenang. Kembang tahu di Bekasi saat ini sulit dijumpai, karena penjualnya sudah sedikit. Sehingga tidak sedikit mengkreasikan sendiri di rumah.

Seperti Hj Ida Rohimah warga Bekasi, yang mengkreasikan wedang kembang tahu sendiri di rumah, untuk dikonsumsi dengan membeli bahan baku di pasar. Ia tidak hanya menggunakan jahe merah pada kuah, tetapi dipadu dengan serai, daun pandan. “Kembang tahu ini pas untuk cuaca sekarang, karena bisa menghangatkan badan. Disiram kuah bercampur gula merah dan jahe. Dikonsumsi sebelum tidur juga lebih nikmat, bisa membuat kehangatan pada tubuh,” ujarnya, Sabtu (23/1/2021).

Ibu Ida Rohimah, berbagi tips membuat kembang tahu di rumah, untuk diminum bersama keluarga, sSabtu (23/1/2021) – Foto :M.Amin

Bahan baku utama adalah, susu kedelai murni, yang dituang ke dalam panci bersama bahan untuk membuat agar, kemudian diaduk hingga matang. Kemudian dipindahkan ke wadah dan disimpan sampai teksturnya mengeras. Sementara kuah, berbahan baku gula merah jahe dan serai yang sudah digeprek. Semua di masak dengan air hingga mendidih. “Nah enaknya disantap saat lagi hangat. Tapi ada juga yang memilih dicampur es, sebenarnya tergantung selera saja. Tapi di keluarga kami biasanya saat masih panas disantapnya,” jelas Ida Rohimah.

Ia menyarankan, saat cuaca dingin seperti saat ini ditengah pandemi COVID-19, wedang tahu menjadi alternatif menu pilihan di rumah. Selain karena banyak manfaat, juga bisa menghangatkan tubuh. “Kembang tahu ini masuk kategori minuman tradisional yang dulu populer di kampung-kampung. Biasanya banyak di tukang gerobak lewat, tapi sekarang trendnya jahe merah saja. Kembang tahu sudah sedikit, mungkin karena buatnya terlalu ribet,” jelasnya.

Diana, yang kerap minum kembang tahu menyebut, minuman tersebut saat ini susah ditemukan. Padahal dulu di kampungnya wilayah Sukabumi, banyak ditemukan. “Dulu banyak, tapi sekarang di Bekasi susah, banyak wedang jahe atau STMJ sekarang. Itu kesannya minuman lebih ke lelaki. Kembang tahu, ini cocok untuk perempuan saya lihat,” jelasnya.

Lihat juga...