Ketersediaan Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Bekasi, Tersisa 10 Persen

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Jawa Barat, Tanti Rohilawati, menyebut ketersediaan tempat isolasi khusus pasien Covid-19 di wilayahnya hanya tersisa 10 persen. Pemerintah saat ini terus mengupayakan penambahan bentuk antisipasi jika terjadi lonjakan.

“Kota Bekasi keseluruhan memiliki ketersedian 1.508 tempat tidur khusus isolasi Covid-19. Dari jumlah itu tersisa atau kosong hanya 10 persen, kasus masih terus terjadi peningkatan,” ungkap Tanti, dikonfirmasi Cendana News di GOR Chandrabaga, Jumat (8/1/2021).

Dikatakan bahwa Wali Kota Bekasi sudah mengunjungi RSUD yang dibangun di wilayah Kecamatan Bekasi Utara. Beberapa hari kedepan RSUD tersebut selesai dan akan dijadikan tempat isolasi sementara, dengan kapasitas 100 tempat tidur.

Langkah selanjutnya pemerintah dalam rangka antisipasi munculnya lonjakan terkonfirmasi Covid-19 salah satunya memperluas GOR untuk pemenuhan tempat tidur isolasi. Sebelumnya hanya memiliki kapasitas 55 tempat tidur ditambah menjadi 100 tempat tidur.

Dikatakan bahwa untuk pasien terkonfirmasi sendiri di wilayah Kota Bekasi masih didominasi klaster keluarga. Terkait perilaku karena tidak disiplin dalam penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) dengan baik. Olehnya diminta masyarakat bisa mematuhi 3 M.

“Untuk Covid-19 sekarang masih ada terus. Cukup tinggi perlu antisipasi, dan perhatian masyarakat agar patuh anjuran pemerintah terkait Prokes. Hanya itu cara mencegah papar Covid-19,” tegasnya mengaku klasifikasi Kota Bekasi saat ini berlaku zona orange.

Ia kembali mengingatkan warga untuk patuh Prtokol Kesehatan. Apalagi saat ini, wilayah Kota Bekasi, sudah memiliki Perda ATHB. Jika masyarakat tidak mematuhi Prokes bisa kena sanksi denda dan lainnya dan harus dipahami Covid-19 masih ada dan kasusnya terus mengalami peningkatan.

Dalam kesempatan itu ia juga menyebutkan bahwa Kota Bekasi sendiri sudah mempersiapkan Juknis terkait vaksin. Namun demikian tentunya masih menunggu kebijakan dari pusat, karena vaksin itu sendiri program pemerintah pusat.

“Terkait vaksin kami sudah membuat persiapan dengan merumuskan sasaran. Untuk awal  akan dimulai pada tenaga kesehatan, dan pemberi pelayanan secara langsung. Tapi acuan tetap pemerintah pusat,” pungkasnya.

Sesuai data informasi Covid-19 saat ini total isolasi dalam perawatan 1015. Jumlah terkonfirmasi meninggal 308. Jumlah terkonfirmasi selesai isolasi/ sembuh 15390. Total terkonfirmasi keseluruhan mencapai 16713.

Sebelumnya Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengakui bahwa terjadi kenaikan jumlah meninggal menjadi 2 persen. Namun demikian ia menegaskan bahwa jumlah kesembuhan masih tinggi diangka 94 persen.

Lihat juga...