Klaster Keluarga di Pejaten Timur Menjadi Perhatian Serius

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Tidak dapat dipungkiri, memasuki satu tahun pandemi Covid-19 bukan berkurang justru semakin meningkat, dan Indonesia tembus di angka 1 juta, penyumbang terbesar di antaranya datang dari DKI Jakarta. Kerja keras Pemprov DKI dalam memberlakukan pengetatan aktivitas warga tidak sepenuhnya dijalani oleh sebagian besar warga. 

Seperti yang terjadi di wilayah Kelurahan Pejaten Timur di pemukiman penduduk RW 06, untuk meredam laju meningkatnya virus Covid-19, pihak RW bekerja sama dengan tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kelurahan Pejaten Timur melaksanakan kegiatan penyemprotan disinfektan di wilayah lingkungan RW 06.

Zulham, kordinator lapangan Pemadam Kebakaran Badan Intelijen Negara (Damkar BIN) menjelaskan tujuan diadakan kegiatan penyemprotan disinfektan dikarenakan di wilayah Pejaten Timur peningkatan kasus yang terpapar Covid-19 lumayan cukup tinggi, yang kedua atas perintah pimpinan dari Damkar untuk pelaksanaan penyemprotan disinfektan ini merata di RW yang tercatat di wilayah Kelurahan Pejaten Timur.

“Karena memang tingkat penyebaran dan jumlah yang terpapar di Pejaten Timur ini memang cukup tinggi, kita selalu dan berkordinasi juga dengan pihak mitra kerja yakni dari kelurahan, FKDM, ketua RW, ketua lingkungan yakni RT, di wilayah Kelurahan Pejaten Timur,” jelasnya, Jumat (29/1/2021).

Zulham mengatakan, untuk giatnya dilakukan setiap hari mulai pagi hari hingga sore dengan minimal 3 hingga 5 titik yang di semprot, rutin dilakukan setiap hari penyemprotan baik itu yang sudah dijadwalkan baik itu dari lingkungan maupun permintaan dari warga.

Untuk personel yang diturunkan dalam giat penyemprotan yakni dari Damkar Kelurahan memiliki 2 pos yakni Pos Damkar Kelurahan dan Pos Damkar BIN. Setiap hari diterjunkan tiap-tiap pos 3 personel. Untuk wilayah Pejaten Timur ada 6 personel penyebaran anggota untuk melakukan penyemprotan.

Zulham menambahkan, untuk penyemprotan ini memang sudah dijadwalkan dan berkordinasi dengan RW setempat, di sisi lain kita juga melaksanakan permintaan personal dari warga langsung ditindaklanjuti.

“Kita tidak henti hentinya memberikan sosialisasi dan memang kita prioritaskan selama pandemi ini, kita woro-woro baik dengan berkeliling kampung maupun dengan bantuan pengeras suara masjid ataupun mushalla setiap harinya, dengan terlebih dahulu berkordinasi dan minta izin ke lingkungan setempat,” ucapnya.

“Alhamdulillah dengan rutin setiap hari melaksanakan sosialisasi ke warga terlihat sekali perubahan yakni diantaranya warga sudah mulai sadar dan selalu senantiasa menggunakan masker setiap kali keluar rumah, menjalankan prokes yang kita sampaikan,”katanya lagi.

Khairulloh, Ketua RW 06 Kelurahan Pejaten Timur mengatakan penyemprotan disinfektan dilakukan di lingkungan RW 06 Kelurahan Pejaten Timur dikarenakan klaster di wilayah RW 06 ini tidak mungkin tidak dilanjuti harus ditindaklanjuti dikarenakan di RW 06 Kelurahan Pejaten Timur ini menjadi yang pertama atau tingkat terpaparnya paling tinggi.

“Dari awal Covid-19 di wilayah RW 06 terbilang paling buncit dapat dikatakan hanya 1 atau 2 yang terpapar, tapi sekarang ini justru kenaikannya paling tinggi di RW 06 mulai dari yang OTG maupun yang terdeteksi, yang terpapar mulai dari sakit dan tidak mau berobat hingga sampai parah baru mau berobat dan pada akhirnya sampai meninggal sudah ada beberapa yang seperti itu,” ucapnya.

Atas kejadian itulah, Khairulloh mengatakan RW 06 bekerja sama dengan Damkar selanjutnya melaksanakan penyemprotan disinfektan dikarenakan memang memasuki awal tahun tepatnya di bulan Januari ini justru peningkatan yang sangat luar biasa terjadi di RW 06 warga yang terpapar Covid-19.

Khairulloh menambahkan dirinya beserta staf dan dibantu elemen RT tidak henti-hentinya memberikan sosialisasi kepada warga, namun pada kenyataannya hampir sebagian besar warga acuh tak acuh dengan apa yang disampaikan oleh pihak RW perihal prokes untuk perlindungan diri sendiri.

Khairulloh mengatakan dengan adanya kegiatan penyemprotan disinfektan ini dirinya berharap semoga membuat sadar dan membuat efek jera bagi warga yang menyepelekan akan bahaya virus Covid-19.

“Alhamdulillah saya sangat berterima kasih dengan tim Damkar yang merespon cepat permintaan kita dalam penanganan penyebaran virus ini dengan melakukan penyemprotan disinfektan setiap harinya. Untuk saat ini informasi warga yang terpapar ataupun yang OTG saya selalu share di grup WA RW, dan hingga saat ini kurang lebih sekitar 70 warga meminta izin untuk menjalankan isolasi mandiri,” katanya lagi.

Ia berharap kepada warga untuk menjadikan pelajaran berharga dengan melihat yang terpapar virus bagaimana tersiksanya mereka. “Dan semoga RW 06 kembali menjadi RW yang seperti dulu yakni bersih dari wabah Covid-19,” pungkasnya.

Lihat juga...