KM Gandha Nusantara Layani Masyarakat Sikka, Gratis

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Sebuah kapal rede wisata, KM. Gandha Nusantara 12 bantuan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan akan melayani masyarakat Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kapal yang dioperatori PT. Pelayaran Indonesia (Pelni) Cabang Maumere ini tiba di Maumere, Minggu (3/1/2021) dan direncanakan akan berlayar membawa penumpang dan barang dengan rute wilayah kepulauan di Kabupaten Sikka.

“Kapal ini akan melayani masyarakat secara gratis. Kehadiran kapal ini untuk membantu masyarakat,” kata Kepala PT. Pelni Cabang Maumere, Surahman saat ditemui di Pelabuhan Kewapante, Maumere, Selasa (5/1/2021).

Kepala Cabang PT. Pelni Maumere, Surahman saat ditemui di Pelabuhan Feri Kewapante, Selasa (5/1/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Surahman menuturkan  kapal wisata KM. Gandha Nusantara 12 merupakan proyek pembangunan kapal perintis yang dilakukan pemerintah guna meningkatkan konektivitas antar pulau khususnya pada daerah-daerah terpencil.

Ia mengatakan, semua kru kapal langsung menjalani pemeriksaan rapid test dan sedang menyediakan berbagai keperluan terkait dengan pemeriksaan  untuk persiapan pengoperasian kapal tersebut.

“Semua biaya pengoperasian kapal ini menjadi tanggung jawab Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Rencananya kapal akan berlayar seminggu sekali tapi bila masyarakat antusias maka bisa sehari sekali,” ungkapnya.

Surahman menyebutkan, pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka untuk menentukan jadwal pelayaran dan pelabuhan di pulau-pulau yang akan disinggahi nantinya.

Ia menambahkan, kapal motor ini sejenis kapal feri yang berukuran  kecil dengan panjang kapal 24,70 meter dan dengan berat 93 gross ton (GT) dan biasa disebut dengan kapal rede wisata.

“Kapal ini memiliki daya tampung penumpang sebanyak 68 orang dan kapasitas muatan maksimal 10 ton.Rencananya akan berlayar dengan rute Pelabuhan Kewapante-Kojadoi-Parumaan pulang pergi,” jelasnya.

Sementara itu Hamdani, salah seorang warga Parumaan yang ditemuidi pelabuhan Kewapante mengaku senang dengan adanya kapal feri ini yang akan melayani masyarakat secara gratis karena masyarakat sangat membutuhkan transportasi laut.

Menurut Hamdani, selama ini masyarakat dari Pulau Parumaan yang hendak ke Kota Maumere berlayar menggunakan perahu nelayan atau kapal penumpang tradisional dari pelabuhan laut Nangahale di Kecamatan Talibura.

“Kami warga di kepulauan sangat berterima kasih atas bantuan dari pemerintah pusat terhadap kami dengan menyediakan kapal. Kami senang sebab kapal ini bisa membantu kami memasarkan hasil tangkapan ikan kami ke Maumere apalagi biayanya gratis,” ungkapnya.

Lihat juga...