Kualitas Indukan Tentukan Kesuksesan Budi Daya Lele

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Untuk memulai budi daya lele memang harus siap tekun, teliti dan kerja keras. Namun, tak kalah penting dari semua itu adalah kualitas indukan sebagai faktor penentu kesuksesan. Indukan menentukan akurasi dari budi daya secara maksimal, karena ada jaminan. Berbeda dengan indukan biasa atau tidak jelas genetiknya, sehingga tidak ada jaminan berhasil, atau bahkan bisa gagal. 

“Budi daya lele itu selain keuletan, faktor indukan juga jadi penentu utama. Bibit unggul dan terpercaya harus didapat di balai benih, karena sudah melalui rekayasa atau uji coba ilmiah,” ungkap Joko Wahono, peternak Lele di Jatiasih, Kota Bekasi, kepada Cendana News, Senin (18/1/2021).

Joko mengaku membeli langsung benih indukan ikan lele jenis mutiara yang dikeluarkan oleh Balai Riset Pemuliaan Ikan Sukamandi, milik BRSDM KKP di Subang Jawa Barat. Benih itu diakuinya bersertifikat langsung.

Joko Wahono menunjukkan sertfikat indukan lele jenis mutiara yang dibeli dari Balai Riset Subang, Senin (18/1/2021). –Foto: M Amin

“Memang harga benihnya cukup besar, untuk dua paket berisikan 30 ekor dengan 20 betina dan 10 jantan harga per paketnya isi 15 ekor indukan Rp800 ribu. Itu kecil, karena hasilnya maksimal,”ungkap Joko, mengakui memang masih banyak pembudidaya meremehkan.

Menurutnya, kelebihannya dari satu indukan tersebut umur 9 bulan dengan berat 9 ons. Setelah dipadu bisa menghasilkan 50 ribuan larva atau calon anakan. Namun demikian, setelah ditebar tentu berkurang karena lele memiliki sifat kanibal, tapi bedanya indukan dari balai riset langsung kanibal rendah.

Hal lainnya, akurasi atau kecepatan pembesarannya cukup maksimal dibanding dari bibit indukan yang diambil dari tempat biasanya.  Induk sendiri dari beli di balai riset bisa bertahan sampai tiga tahun untuk dikembangbiakkan, bahkan bisa lebih jika perawatannya bagus.

“Jika indukannya jelas, tingkat keberhasilan panen tinggi dan minim risiko. Karena bibit dari balai riset merupakan hasil silangan dari beragam jenis ikan lele. Dan, harga Rp800 ribu untuk satu paket indukan terbilang murah, karena ada subsidi pemerintah,” tandasnya.

Sejak membeli bibit pada Desember lalu, Joko mengaku sudah dua kali menetaskan. Hasilnya sudah dipisahkan dengan dibawa ke tempat pembesaran di wilayah Cileungsi.

Agus Maryanto, di tempat pembesaran Cileungsi mengakui keunggulan bibit lele mutiara yang dibeli langsung dari balai riset memiliki akurasi besar, dan lebih cepat besar. Artinya, panen bisa maksimal.

“Memang berbeda budi daya lele dengan indukan yang jelas dan memiliki sertifikat balai riset. Panen maksimalnya sudah terlihat, hanya bagaimana perawatan, seperti pakan yang tetap dijaga saja,” papar Agus.

Lihat juga...