Lampung Ajukan 31.000 Dosis untuk Vaksinasi COVID-19 Tahap Kedua

Seorang staf menunjukkan sampel vaksin sinovac nonaktif COVID-19 di Sinovac Biotech Ltd. ANTARA

BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung, mengajukan 31.000 dosis vaksin COVID-19, untuk persiapan vaksinasi tahap kedua bagi pelayan publik.

“Nanti kita dapat 31.000 dosis untuk vaksinasi pada tahap kedua,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, di Bandarlampung, Rabu (20/1/2021).

Ia mengatakan, pengajuan dosis vaksin untuk tahap kedua tersebut sudah disampaikan kepada Kementerian Kesehatan. “Diperkirakan pada 20 atau 21 Januari 2021, vaksin yang kita ajukan akan tiba ke Provinsi Lampung,” tambahnya.

Vaksinasi COVID-19 tahap kedua, akan menyasar petugas pelayanan publik yakni anggota TNI, Polri, aparat hukum, petugas pelayanan publik di bandara, penjaga palang pintu kereta api, petugas pelabuhan, dan terminal. “Namun sebelum melaksanakan vaksinasi kedua, kita selesaikan tahap pertama dahulu hingga tuntas,” ujarnya.

Pelaksanaan vaksinasi tahap pertama di Lampung, sempat kekurangan sebanyak 4.000 dosis. Kekurangan tersebut akan dicukupi dengan dosis vaksin tahap dua yang akan datang. “Kita sempat kekurangan 4.000 dosis saja untuk tahap satu, dan nanti kekurangan dosis vaksin akan kita koordinasikan kembali,” tambahnya.

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mencatat, pada Rabu (20/1/2021) ada tambahan 174 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19, sehingga total menjadi 8.526 kasus. “Penambahan harian kasus COVID-19 tersebut berasal dari 14 kabupaten dan kota di Provinsi Lampung,” ujar Reihana.

Persebaran kasus tersebut terinci, 34 kasus di Kota Bandarlampung, 12 kasus di Kabupaten Lampung Selatan, 13 kasus ada di Lampung Timur, 24 kasus Kabupaten Lampung Utara. 9 kasus di Kota Metro, 5 kasus di Kabupaten Tulang Bawang, 4 kasus Tulang Bawang Barat, 1 kasus Mesuji, 7 kasus Tanggamus, 1 kasus Pringsewu, 24 kasus Pesawaran, 16 kasus Lampung Barat, 16 kasus Lampung Tengah, dan 8 kasus Way Kanan.

Dari total 174 kasus, tercatat ada 69 kasus bergejala, dan 105 kasus tidak bergejala. “Selain kasus terkonfirmasi positif COVID-19 tercatat ada pula 55 kasus suspek, 4 kasus probable, 126 kasus kontak erat, 124 kasus pelaku perjalanan, dan 4 kasus meninggal,” jelasnya.

Provinsi Lampung total telah menguji 58.024 spesimen. Total yang telah melaksanakan pemeriksaan tes usap ada 27.056 orang. “Pada 19 Januari total ada 786 sampel yang diuji, dan ditemukan 174 spesimen yang dinyatakan positif COVID-19, sehingga perlu kembali diingatkan kepada masyarakat agar dapat disiplin menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...