Langit Laut Biru Kembangkan Penanaman Sorgum dan Pembuatan Mesin Perontok

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Potensi sorgum yang besar dan dijadikan pangan lokal membuat PT. Langit Laut Biru Keuskupan Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) pun melakukan penanaman sorgum.

Perusahaan milik gereja Katolik ini pun melakukan pendampingan terhadap kelompok tani di beberapa desa untuk melakukan budi daya sorgum di lahan tidur untuk memenuhi kebutuhan pangan.

“Kami mengajar beberapa kelompok tani di beberapa desa untuk menanam dan mengolah sorgum melalui bursa inovasi desa,” kata GM PT. Langit Laut Biru, Karya Misi Center Keuskupan Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, A . Dian Setiati saat ditemui di kantornya, Senin (4/1/2021).

Kebun sorgum milik petani di Dusun Likotuden, Desa Kawalelo, Kecamatan Demon Pagong, Kabupaten Flores Timur, NTT saat disaksikan, Sabtu (29/6/2020). Foto: Ebed de Rosary

Dian menyebutkan, pihaknya menggandeng kelompok tani di desa terutama kelompok perempuan tani agar bisa menanam sorgum dan hasilnya bisa juga dijual kepada perusahaannya.

Ia menyayangkan pemerintah Kabupaten Sikka belum fokus pada pengembangan sorgum, padahal potensi sorgum besar dan masih banyak lahan tidur yang belum dimanfaatkan.

“Pemerintah Kabupaten Sikka belum fokus mengembangkan sorgum, justru kami yang gencar memperkenalkan ke desa. Perlu banyak tim untuk berjalan bersama menyebarluaskan pemanfaatan sorgum,” harapnya.

Dian tegaskan, mengatasi persoalan pasca-panen pihaknya sudah membuat mesin perontok sorgum dan penyosoh untuk beberapa jenis sorgum dan banyak yang telah dibeli petani sorgum di Pulau Flores.

Ia katakan, Bengkel Misi bukan hanya menanam dan membuat mesin perontok dan penyosoh sorgum saja, tetapi juga mengolah sorgum termasuk melatih kelompok tani mengolah sorgum.

“Produk sorgum dijual di toko dan setahun terakhir market mengalami peningkatan. Kami juga terus berjualan, masyarakat pun mulai bertanya soal benih dan produknya,” ucapnya.

Peneliti pada Balai Penelitian Tanaman Serelia, Balitbangtan Kementerian Pertanian, Dr. Marcia Bunga Pabendon, MP, mengatakan, pasca-panen merupakan hal yang sangat penting sehingga keberadaan mesin perontok dan penyosoh juga sangat diperlukan.

Marcia menegaskan, petani akan menanam sorgum kalau mesin-mesin tersebut tersedia sehingga hasil panen bisa langsung diolah menjadi beras sorgum, dan bisa dijual serta dikonsumsi sendiri.

“Pemerintah baik melalui dana desa maupun bantuan pemerintah kabupaten sampai pusat, bisa memberikan mesin perontok dan penyosoh sorgum kepada kelompok tani. Keberadaan mesin sangat penting agar hasil produksi bisa diolah untuk dijual juga,” tuturnya.

Lihat juga...