Lestarikan Budaya, Optimalkan Media Digital

JAKARTA – Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hilmar Farid, mengatakan, pihaknya mengoptimalkan media digital dalam pelestarian budaya.

“Pandemi COVID-19 membuat kami melakukan transformasi ke media digital. Pada 2021, kami akan menggunakan jalur media digital lebih optimal dari tahun sebelumnya,” ujar Hilmar Farid di Jakarta, Kamis.

Dia menambahkan selama setahun terakhir, Ditjen Kebudayaan melakukan konsolidasi pada semua lini kebudayaan, sehingga diharapkan pada 2021 transformasi kebudayaan berjalan dengan baik.

“Mudah-mudahan pada 2021 ini, proses transformasi ini berjalan terus sehingga kita bisa menghadirkan kekayaan budaya kita pada ruang-ruang digital,” jelas dia lagi.

Selama pandemi, lanjut dia, Kemendikbud memberikan bantuan subsidi upah pada 48.000 pelaku seni dan budaya. Hilmar berharap penerima bantuan subsidi upah itu dapat meningkat pada 2021.

“Pada tahun ini lebih strategis dibandingkan tahun sebelumnya, kalau tahun lalu terbuka dan siapa saja bisa mendaftar. Bedanya tahun ini, kita punya basis data yang lebih solid,” terang dia.

Hilmar juga mengapresiasi peran pemerintah daerah yang bahu-membahu dengan pemerintah pusat dalam penyelenggaraan pekan kebudayaan di daerah. Dengan kegiatan tersebut dapat menguatkan peran pelaku budaya di daerah.

“Tahun 2020 sebanyak 93 daerah menyelenggarakan pekan kebudayaan daerah, kami harap tahun ini akan semakin banyak lagi daerah yang ikut menyelenggarakan pekan kebudayaan daerah,” harap Hilmar.

Selama 2020, Kemendikbud menyelenggarakan sebanyak 175 kegiatan kebudayaan, yang sebagian besar dilakukan secara daring.

Sebanyak 4.822 cagar budaya dilestarikan, peningkatan kompetensi 962 tenaga bidang kebudayaan yang ditingkatkan kompetensinya , hingga pembentukan 30 desa pemajuan kebudayaan. (Ant)

Lihat juga...