Longsor Melanda Lima Kecamatan di Garut

Petugas meninjau kondisi jalan yang diterjang tanah longsor di perbatasan Kecamatan Banjarwangi-Singajaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (9/1/2021) – Foto Ant

GARUT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat menyebut, longsor terjadi di lima kecamatan. Longsor terjadi di sisi selatan kabupaten itu, akibat hujan deras mengguyur, Sabtu (9/1/2021).

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan mengatakan, longsor menyebabkan jembatan rusak. Ada juga yang sampai menutup badan jalan, seperti yang terjadi di Kecamatan Talegong dan Cisewu. “Terjadi longsor di jalan provinsi jalur Pangalengan-Talegong-Cisewu Blok Datar Sapi, Desa Sukamulya, Kecamatan Talegong hari Sabtu, tanggal 9 Januari 2021, jam 15.00 WIB akibat hujan deras,” katanya, Sabtu (9/1/2021).

Ia menyebut, laporan sementara terkait dengan longsor terjadi di wilayah Kecamatan Talegong, Cisewu, Cikajang, Pakenjeng, dan Banjarwangi dengan waktu berbeda-beda. Tanah longsor di Talegong, kata Tubagus, menyebabkan satu jembatan terputus akibat tergerus longsoran tanah dan air dari Curug Ceret atau Awi Suti, Desa Sukamulya. “Dinas PUPR Provinsi Jabar sedang mempersiapkan jembatan bailey,” katanya.

Tubagus menyebut, longsor yang terjadi di beberapa titik di Kecamatan Cisewu, mengakibatkan jalan menuju Talegong tertutup sehingga arus kendaraan dialihkan. Bencana lainnya, di Kecamatan Cikajang longsor menggerus bahu jalan, dan mengakibatkan ruas jalan hanya bisa dilalui satu kendaraan roda empat dari arah Cikajang menuju Pameungpeuk maupun sebaliknya. “Bahu jalan terbawa longsor dan jalur hanya bisa dilalui satu kendaraan, sampai dengan saat ini masih diberlakukan buka tutup jalan,” katanya.

Tanah longsor dan tanah bergerak melanda Kampung Kombongan, Kecamatan Pakenjeng, yang mengancam rumah warga di daerah itu. Sedangkan di Kampung Dangiang, Desa Dangiang, Kecamatan Banjarwangi, tanah longsor menyebabkan jembatan penghubung dengan perkampungan di Kecamatan Singajaya terputus. “Jalan tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat maupun roda dua, dan sementara dialihkan ke jalur alternatif lain,” katanya.

Petugas sudah diterjunkan ke lokasi, untuk menanggulangi dampak bencana, berikut mendata kerugian akibat kejadian itu. Masyarakat diimbau selalu waspada, bencana untuk menghindari daerah rawan tanah longsor, terutama saat turun hujan. (Ant)

Lihat juga...