Longsor Menerjang Delapan Rumah Warga di Tanjungpinang

Rumah warga di perumahan Alam Tirta Lestari Tanjungpinang, Kepri, terkena dampak longsor, Sabtu (2/1/2021) – foto Ant

TANJUNGPINANG – Sebanyak delapan rumah warga yang ada di Perumahan Alam Tirta Lestari Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, terkena longsor, Sabtu (2/1/2021). Bencana terjadi, setelah daerah tersebut diguyur hujan sejak Jumat (1/1/2021) hingga Sabtu (2/1/2021).

Seorang tokoh pemuda setempat, Said Chandra mengatakan, dua dari delapan rumah tersebut mengalami rusak parah. Bagian belakang rumah roboh, karena tertimbun tanah bercampur batu yang longsor. “Sementara enam unit rumah lainnya hanya tertimbun longsor setinggi jendela rumah, namun tidak ada yang roboh,” jelasnya.

Kejadian tersebut tidak menimbulkan korban, namun warga terdampak longsor dipastikan mengalami kerugian materi. Sebagian warga yang rumahnya terkena longsor mengungsi ke gedung serba guna di Perumahan Bukit Raya. Sebagian lainnya mengungsi ke rumah saudara atau keluarga terdekat.

Saat ini, warga sekitar bahu-membahu membersihkan rumah warga dari timbunan longsor. “Pak lurah dan RT/RW pun sudah datang memantau, sekaligus mendata kerusakan rumah warga imbas kejadian longsor ini,” tutur Said.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang melanda ibu kota Provinsi Kepri tersebut juga menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, seperti Lembah Purnama, Perumahan Sri Andana, Jalan Hanjoyo Putro, Jalan Hang Lekir, Perum Elang Semesta, Bangunsari, Gang Perkutut, Green Camp Jalan Lembah Merpati, Taman Seraya, sekitar kantor KPU Tanjungpinang hingga Perumahan Hangtuah Permai.

Berdasarkan data Basarnas Tanjungpinang, setidaknya 155 warga dievakusi dari rumah mereka ke tempat pengungsian, karena terdampak banjir setinggi lutut hingga dada orang dewasa tersebut. Hingga Sabtu (2/1/2021) sore, hujan terpantau mulai reda dan genangan banjir berangsur surut.

Sementara itu, sebanyak delapan rumah di Kota Batam Kepulauan Riau ambruk dan 15 rumah lainnya mengalami rusak berat, akibat terjangan gelombang pasang. Bencana tersebut terjadi di Kelurahan Batumerah, Jumat (1/1/2021).

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menginstruksikan jajarannya, untuk mengevakuasi dan mendata warga korban musibah itu. “Pemerintah akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meringankan beban warga,” kata Amsakar Achmad, saat mengunjungi korban gelombang pasang di Batam, Sabtu (2/1/2021).

Pemerintah disebutnya, memberi bantuan makanan sambil mendata kebutuhan warga untuk melanjutkan aktivitasnya di awal tahun. Amsakar juga meminta Lurah, Camat, dan Dinas Sosial setempat langsung bergerak membantu warga yang tengah mendapat musibah. “Saya pastikan pemerintah hadir di tengah persoalan yang dihadapi warga,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota juga mengingatkan warga, untuk tetap waspada di masa cuaca buruk. Selama dua hari terakhir, Batam mengalami hujan disertai angin kencang dan gelombang tinggi. Karenanya masyarakat harus waspada, terutama yang tinggal di pesisir.

Perangkat RT dan RW diminta terus memantau cuaca dan memberikan peringatan kepada warga apabila kondisi buruk. “Kalau cuaca buruk dan diprediksi akan ada gelombang tinggi warga diminta tinggalkan rumah. Peringatan dini penting demi keselamatan kita bersama,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...