Luncurkan SPAN PTKIN, Kemenag: Pelaksanaanya Gratis

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA – Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani menyebutkan Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) Perguruan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negari (PTKIN) merupakan pola seleksi yang dilaksanakan dalam sebuah sistem yang terpadu untuk menjaring calon-calon mahasiswa yang berkualitas.

Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) Perguruan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negari (PTKIN) tahun 2021 diluncurkan Kementerian Agama (Kemenag) secara nasional, Kamis (14/1/2021) di Kampus UIN Raden Intan, Lampung dan disiarkan secara virtual.

“Penjaringan prestasi ini dilihat berdasarkan nilai rapor, dan prestasi lainnya tanpa ujian tertulis. Biaya pelaksanaanya pun ditanggung oleh pemerintah, sehingga peserta tidak dipungut biaya pendaftaran alias gratis,” kata Dhani dalam laporannya pada Peluncuran SPAN PTKIN.

Dhani menambahkan, bahwa pelaksanaan SPAN PTKIN yang telah berlangsung sejak 2010 tersebut, diikuti oleh 58 PTKIN dan satu fakultas keagamaan Islam pada Perguruan Tinggi Negeri.

“Kita mencanangkan bahwa pola seleksi ini memiliki prinsip adil, transparan dan tidak diskriminatif, dengan tetap memperhatikan potensi calon mahasiswa, serta kekhususan PTKIN,” tandas Dhani.

Di tempat yang sama, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menilai, menyatakan, bahwa PTKIN dalam satu perspektif dapat dipahami sebagai gerbang gerakan kebangsaan untuk menjadi corong juru bicara kebijaksanaan.

“PTKIN merupakan ibu dari kesucian, kebenaran, kebaikan, keadilan dan keberanian. Dia hadir untuk menyapa anak negeri untuk mengajarkan dan mengarahkan peradaban bagi bangsa ini,” ujarnya.

Menag juga menekankan, agar PTKIN tidak hadir sebagai menara gading yang elok, indah, dan berwibawa, namun PTKIN harus mewujud seperti mercusuar yang mampu menerangi disaat kegelapan.

“Untuk menjaga eksistensi PTKIN, catatan penting buat kita semua adalah menjaga keberlangsungannya melalui sebuah proses yang baik dalam merekrut dan mengarahkan anak-anak bangsa untuk masuk dalam keluarga besar kita,” tutur Menag.

Untuk itulah Kemenag menghadirkan model SPAN PTKIN sebagai layanan yang lebih baik, layanan yang lebih berkualitas, dengan aksesibilitas yang lebih baik untuk menjaring calon-calon mahasiswa yang berkualitas.

“Sekali lagi kita berharap, PTKIN mampu memberikan arah kehidupan bagi seluruh mahasiswa yang tengah dalam perjalanan membangun peradaban kemanusiaannya,” pungkas Menag.

Lihat juga...