Lurah di Bekasi Siap Divaksin Pertama, Agar Warga Percaya

Editor: Koko Triarko

Bayong, Lurah Jatisari, Jatiasih, Bekasi, Rabu (13/1/2021). –Foto: M Amin

BEKASI – Beragam cara pendekatan dilakukan pihak kelurahan di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, dalam meyakinkan warganya untuk menjadi penerima vaksin Covid-19. Bahkan, semua lurah kompak bersedia menjadi penerima vaksin pertama di wilayahnya.

Cara lainnya dengan memfungsikan RW Siaga, Kader Posyandu atau tokoh masyarakat agar terlibat memberi pemahaman tentang manfaat dari vaksin itu sendiri. Hingga akhirnya warga bersedia dan mendaftar sebagai penerima vaksin.

“Pro dan kontra terkait vaksin di tengah masyarakat itu hal biasa, karena informasi masih belum jelas dan terlalu banyak hoaks beredar terkait vaksin. Tapi di Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih sudah ada sekitar 3000-an lebih warga bersedia divaksin,” kata Bayong, Lurah Jatisari, kepada Cendana News, Rabu (13/1/2021).

Dikatakan, Kelurahan Jatisari sudah melakukan sosialisasi dan melakukan pendataan dengan melibatkan RW Siaga. Artinya, pendekatan dilakukan secara persuasif, dengan menjelaskan fungsi vaksin dan manfaatkannya.

Menurut Bayong, ke depan pasti banyak warga yang mendaftar setelah vaksin mulai dilakukan. Tim akan kewalahan melakukan verifikasi. Alasan itu tidak terlalu dipaksakan, karena saat ini pun vaksin di Kota Bekasi masih difokuskan untuk tenaga kesehatan.

“Saat ini saja di Jatisari sudah 1.603 yang sudah tervalidasi bersedia menerima vaksin dari 3000-an lebih yang sudah menyatakan siap,” tukasnya.

Agar warga tenang, beberapa lurah di beberapa kelurahan wilayah Kota Bekasi pun kompak menyatakan siap untuk divaksin pertama. Hal itu seperti dinyatakan Lurah Jatimakmur, Lurah Jati Waringin, Jati Cempaka dan Lurah Jatisari.

Lurah Jatimakmur, Pondok Gede Kota Bekasi, Atmanto, mengaku siap menjadi panutan jika diminta untuk menjadi penerima vaksin pertama di wilayahnya. Diakuinya, saat ini banyak yang tanya efeknya, bahkan ada yang tanya, kalau ada apa-apa siapa yang bertanggung jawab.

“Daripada simpang siur, jika Wali Kota siap jadi yang pertama, maka kami sebagai pimpinan di kelurahan tentunya siap menjadi orang pertama yang divaksin, agar masyarakat percaya, bahwa vaksin Sinovac aman untuk semua, ”ungkap Atmanto.

Menurutnya, tidak mungkin pemerintah mau menciderai warganya. Karena itu, untuk menangkal keraguan, Atmanto selaku Lurah Jatimakmur berkeinginan untuk divaksin yang pertama di wilayahnya.

Diakuinya, hingga saat ini warga yang didatangi petugas untuk pendataan penerima vaksin semuanya tercatat, walau ada beberapa yang bertanya tentang keamanannya. Diketahui, total warga di Kelurahan Jatimakmur mencapai 63.000 penduduk.

Kelurahan lainnya seperti di Jatiwaringin, Pondok Gede, hanya terdata 1.816 orang dari 47.573 warga setempat yang bersedia divaksin Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Haririh, selaku Lurah Jatiwaringin. Ia menyebutkan, ketakutan masyarakat akan adanya efek samping dari vaksin Sinovac menjadi kendala di lapangan.

Ia juga menyalahkan simpang siurnya informasi terkait vaksin yang banyak beredar terkait efek samping dari vaksin itu sendiri. Hingga akhirnya warga Jatiwaringin tidak sedikit secara terang-terangan menolak divaksin.

“Insyaallah, saya siap siap divaksin pertama di wilayah Jatiwaringin, jika memang diharuskan. Agar masyarakat tenang dan bersedia divaksin,” ucap Haririh.

Diketahui, sebanyak 14.060 vaksin Covid-19 tahap pertama hadir di Bekasi pada hari ini, Selasa (12/1/2021). Vaksin akan diberikan ke masyarakat dengan ketentuan sehat dan berusia 18-59 tahun.

Lihat juga...