Mahasiswa Harus Tetap Produktif di Tengah Pandemi Covid-19

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Mahasiswa harus tetap produktif di tengah pandemi covid-19. Terlepas, saat ini perkuliahan masih dilakukan secara daring, atau pun pembatasan kegiatan organisasi kemahasiswaan secara tatap muka.

Presiden BEM Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Muhammad Rizky Arfanda di sela pelantikan pengurus ormawa-lemawa di kampus tersebut, Kamis (7/1/2021). Foto Arixc Ardana

Hal tersebut ditegaskan Presiden BEM Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Muhammad Rizky Arfanda di sela pelantikan pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa)-Lembaga Mahasiswa (Lemawa) UPGRIS 2020-2021, yang digelar secara luring dan daring di Balairung kampus tersebut, Kamis (7/1/2021).

“Apakah nanti kebijakan pemerintah sudah memperbolehkan perkuliahan tatap muka (PTM), pada semester depan atau belum, kita sebagai mahasiswa jangan selalu menyalahkan keadaan, namun bagaimana cara kita untuk mampu beradaptasi dengan keadaan. Untuk itu, energi positif harus terus kita tebarkan,” tandasnya, terkait harapan para mahasiswa di tengah pandemi covid-19.

Dirinya mencontohkan, program kerja BEM UPGRIS tetap bisa berjalan di tengah pandemi covid-19, dengan cara beradaptasi. “Kita lakukan secara daring, atau pun jika tatap muka dilakukan secara terbatas dan menerapkan prokes. Ini menjadi cara kita untuk tetap aktif,” tandasnya.

Rizky pun berharap melalui kelembagaan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dan Lembaga Mahasiswa (Lemawa), para mahasiswa UPGRIS tetap mampu mengasah kompetensi diri di tengah pandemi covid-19.

Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH MHum, juga menegaskan, keberadaan ormawa dan lemawa dalam dunia pendidikan tinggi, menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperbarui kemampuan dan kreativitas seiring tuntutan perubahan zaman.

“Lewat organisasi kampus, mahasiswa didorong untuk terus meningkatkan kemampuan atas teknologi, pemahaman sosiokultural, kepedulian terhadap lingkungan, serta mampu beradaptasi dalam tim. Pengalaman di organisasi ini, kelak akan menjadi bekal saat mereka berada di lingkungan masyarakat dan dunia kerja,” terangnya.

Ditegaskan, di era disrupsi, seorang mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kompetensi keilmuan di bidang masing-masing, namun juga kemampuan dalam beradaptasi dan mengambil pengalaman serta pengetahuan di bidang lainnya.

“Ini seperti halnya dalam kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), mahasiswa didorong bisa belajar di prodi lain di dalam satu perguruan tinggi (PT), serta dua semester menuntut ilmu di luar PT, khususnya di dunia kerja dan industri. Seperti halnya dengan, berorganisasi selain mengasah minat dan bakat, mereka juga bisa meraih prestasi dalam berbagai kompetisi,” tegas Muhdi.

Tercatat dalam kesempatan tersebut, ada sebanyak 1.979 mahasiswa yang dilantik sebagai pengurus dari sebanyak 66 ormawa dan lemawa di kampus UPGRIS, mulai dari jajaran BEM universitas, BEM fakultas, lembaga keuangan mahasiswa, himpunan mahasiswa (hima) program studi (prodi) dari 35 prodi, hingga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Pelantikan secara luring atau tatap muka hanya diikuti oleh perwakilan masing-masing ormawa dan lemawa, selebihnya mengikuti secara daring atau online.

Lihat juga...