Masih Banyak Warga di Bekasi Menolak Divaksin

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Banyak warga di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, menolak untuk divaksin, meskipun gratis. Mereka takut dengan program vaksinasi Covid-19 karena banyaknya pemberitaan terkait vaksin Sinovac.

“Kendalanya karena banyak berita hoaks terkait vaksin sinovac, jadi warga khawatir, mereka takut duluan jadinya,” ungkap Amir Lurah Jati Cempaka, Pondok Gede, Kepada Cendana News, Jumat (8/1/2020).

Dia pun mengaku siap jika diminta. “Jika diminta untuk jadi pertama penerima vaksin di Jati Cempaka tentu siap sebagai aparatur,” tukasnya.

Dikatakan, di wilayah Jati Cempaka sudah banyak warga bertanya baik kepada RT/RW dan Kelurahan sendiri terkait vaksin. Dari laporan RT/RW banyak warga mengaku khawatir bahkan tidak sedikit terang-terangan menolak.

Aswin Kasi Kesos Kelurahan Jati Cempaka menambahkan bawah setiap Kelurahan di Kota Bekasi akan mendapatkan sebanyak 8.571 vaksin, untuk di Kelurahan Jati Cempaka, memiliki 13 RW dan 113 RT. Sehingga pembagian akan dibulatkan setiap RT akan ada 76 orang.

“Kami belum melakukan sosialisasi hanya baru persiapan. Masih menunggu arahan dari pusat untuk teknisnya. Tapi Kelurahan Jati Cemapaka bersama Puskesmas sudah siap, melaksanakan di lapangan seperti pendataan dan lainnya,”ungkap Aswin, memaklumi jika masih ada warga menolak.

Diakuinya banyak warga yang bertanya jika tidak mau di vaksin. Menurutnya itu tidak jadi soal, karena akan dipindahkan kepada yang bersedia, syaratnya sudah jelas  diberikan kepada orang yang sehat dengan usia 18-59 tahun.

Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, Rahmat Effendi meminta warganya memberi dukungan dalam menyukseskan program vaksinasi Covid-19 yang segera dimulai pada 13 Januari 2021. Vaksinasi yang segera dilaksanakan tersebut bertujuan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan melindungi Warga Indonesia.

Sesuai SK Dirjen P2P Pada tahap awal Januari sampai April 2021 vaksinasi, akan diberikan kepada tenaga kesehatan. Informasi awal jumlah Tenaga Kesehatan Kota Bekasi yang akan di vaksin mencapai 11.983 orang .

Selanjutnya pada tahap dua dilakukan pada petugas Layanan publik yang akan berjalan paralel dengan tahap satu. Namun demikian jumlah yang akan divaksin di tahap dua belum diinformasikan.

“Untuk jumlah sasaran ini masih bersifat dinamis dan Kota Bekasi mengikuti perkembangan informasi dari pusat,” tegas Rahmat Effendi, Jumat (8/1/2021).

Dikatakan bahwa instruksi Menteri Kesehatan, jika proses vaksinasi akan diprioritaskan kepada kelompok usia Rentan dari Usia 18-59 tahun dari Tenaga Kesehatan sebagai garda terdepan, Petugas Pelayanan Publik, Lansia, dan Masyarakat umum.

Lalu kepada kontak Tracing, kontak erat Covid-19 merupakan orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi Covid-19dan Administrator yang terlibat dalam pelayanan publik.

Untuk pelaksanakan Vaksinasi digelar di Puskesmas atau Fasilitas Kesehatan wilayah masing-masing yang telah terdaftar di Dinas Kesehatan. Diketahui ada 42 Puskesmas dan 46 RS dan 32 klinik se-Kota Bekasi.

Pepen mengatakan, Pemerintah Kota Bekasi akan menerima dari Pemerintah Pusat yang akan disebarluaskan kepada masyarakat melalui unit-unit kesehatan di Kota Bekasi. Vaksin tersebut sengaja dibuat untuk merangsang pembentukan kekebalan tubuh kita dari penyakit. Secara gratis tanpa ada pungutan biaya apapun.

“ Vaksinasi adalah salah satu bentuk ikhtiar kita dalam menjaga diri dan keluarga, selain tetap selalu mematuhi protokol kesehatan 4M yaitu Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun, Menjaga jarak dan Menghindari kerumunan,” jelasnya.

Dia meminta warga tidak termakan hoaks, karena vaksin akan membuat tubuh seseorang mengenali Bakteri/Virus penyebab penyakit tertentu, sehingga bila terpapar Bakteri/Virus tersebut akan menjadi lebih kebal.

Lihat juga...