Mengenal Terapi Woukuf Raja Papua untuk Meningkatkan Imunitas

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Meski awan mendung melingkupi wilayah Bekasi dalam beberapa hari terakhir, namun tak menyurutkan langkah masyarakat untuk mengikuti terapi woukouf yang dikenalkan oleh Ustaz Fadlan Rabbani Garamatan, pendakwah asal Papua, di Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN), Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Saat ini, masa pandemi Covid-19 yang belum menunjukan tanda-tanda kapan berakhir mendorong masyarakat berupaya meningkatkan imunitas. Salah satunya dengan terapi woukouf yang sudah dikenal di tanah Papua sejak abad 12 tersebut.

Ustaz Fadlan, menjelaskan bahwa woukouf berarti memanaskan tubuh dengan uap panas yang diramu dengan rebusan 75 macam rempah yang didatangkan dari Papua. Penguapan dilakukan di bilik-bilik bambu yang sudah disiapkan beberapa kursi.

“Terapi yang digunakan raja-raja Papua pada abad 12. Sampai sekarang masih dilakukan di perkampungan,” jelas Ustaz Fadlan di Bekasi, Jumat (22/1/2021).

Adapun teknik terapinya, pada tahapan pertama, peserta secara bergilir diterapi dengan dipukul pada tubuh dengan kayu. Namun bagian tubuh yang dipukul adalah punggung, paha, dan betis. Tahapan terapi itu untuk merangsang atau melancarkan peredaran darah.

Setelah selesai tahap pertama maka peserta diberi minum ramuan kayu ular asli Fakfak dan qusthul hindi. Ramuan tersebut terasa pahit di lidah. Selanjutnya peserta terapi diarahkan menuju bilik bambu yang berkapasitas sekira 15 orang setelah diberi pengarahan lalu duduk mengelilingi panci besar yang berisi rebusan 75 rempah Papua.

Bacaan Alquran, takbir, serta shalawat mengiringi proses penguapan. Para peserta diminta membuka mata dan menghirup kepulan asap ramuan. Proses penguapan di dalam bilik tersebut berlangsung selama 33 menit.

“Lamanya terapi 33 menit, dari sebelumnya 17 menit. Diperpanjang agar ramuan masuk ke tubuh secara maksimal,” jelas Ustaz Fadlan.

Ustaz Fadlan mengatakan manfaat terapi woukuf selain meningkatkan imunitas, juga berkhasiat untuk mengobati darah tinggi, kolesterol, stroke.

“Bahkan ada beberapa peserta yang positif Covid ikuti terapi ini. Alhamdulillah dengan izin Allah sembuh dari Covid,” terang pendakwah yang dikenal sebagai ustaz “Sabun Mandi” ini.

Sampai berita ini ditulis, tercatat sudah 7.000 orang yang mengikuti terapi woukouf. Bagi masyarakat yang ingin terapi, maka harus mendaftar dua pekan sebelumnya.

“Siapa pun boleh datang. Mau Islam, mau bukan Islam, silakan. Kita melayani semua orang. Daftar dua pekan sebelumnya, karena kita siapkan rempah-rempah,” jelas Ustaz Fadlan.

Lihat juga...