Mulai 14 Januari, 26.551 Nakes di Kalbar Divaksin COVID-19

Vaksin Sinovac yang didistribusikan Biofarma ke 34 provinsi – foto Ant

PONTIANAK – Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Harisson mengatakan, akan segera memvaksin 26.551 tenaga kesehatan (Nakes) yang ada di provinsi itu.

Vaksin dilakukan dengan jenis vaksin Sinovac, mulai 14 Januari sampai dengan April 2021. “Berdasarkan data dari bidang Sumber Daya Manusia Kementerian Kesehatan, per-1 Januari 2021, jumlah tenaga kesehatan yang ada di Kalbar sebanyak 26.651 orang. Jadi, mereka ini yang akan mendapatkan vaksinasi pertama,. Baik tenaga kesehatan kesehatan dengan status pegawai negeri maupun yang swasta yang honorer atau yang kontrak, semua didaftarkan untuk program vaksinasi ini,” kata Harisson, di Pontianak, Minggu (3/1/2021).

Mereka yang akan divaksin, telah terdaftar semuanya ke sistem informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes. Sementara bagi yang belum terdaftar, mereka harus melakukan daftar ulang, dengan mekanisme yang sudah ditentukan.

Senin (4/1/20210), Dinas Kesehatan Kalbar akan mulai menerima 18.360 vaksin Sinovac dari Kementerian Kesehatan. Vaksin dikirim melalui jalur udara. “Sebenarnya untuk tahap awal kita mendapat alokasi 50.000 vaksin. Tetapi besok kita akan menerima sekitar 18.360 vaksin dan selebihnya akan menyusul,” tuturnya.

Setelah vaksin diterima, pihaknya akan melakukan vaksinasi kepada tenaga kesehatan, karena mereka merupakan orang atau profesi yang sangat berisiko untuk tertular oleh COVID-19. Dan tenaga kesehatan diutamakan, karena mereka merupakan aset berharga di masa pandemi. Kemudian, prosedur pemberian vaksin nanti dimulai dengan pengiriman SMS blast atau berita kepada seseorang yang akan dikirimkan oleh Diskominfo. Pesan tersebut berisi informasi, bahwa mereka akan menerima program vaksinasi.

Kemudian calon penerima vaksin akan melakukan verifikasi, dan pengiriman SMS itu akan dilaksanakan pada awal Januari sampai 11 Januari. Setelah itu, pihaknya akan menunggu persetujuan penggunaan dalam keadaan darurat untuk vaksin Sinovac dari Badan POM, yang rencananya akan dikeluarkan pada 11 Januari 2021. Jika persetujuan itu telah dikeluarkan oleh BP POM, pihaknya akan mendistribusikan vaksin Sinovac ke kabupaten dab kota, yang direncanakan akan dilakukan sekira 12 sampai 13 Januari 2021. Dan vaksinasi akan dilaksanakan pada 14 Januari sampai waktu 3 bulan ke depan. (Ant)

Lihat juga...