Mulai 15 Januari, Balikpapan Terapkan PPKM

Aparat TNI dan Polri berjaga di barikade jalan saat pembatasan kegiatan masyarakat di awal wabah COVID-19 di Balikpapan, pada Maret 2020 silam – Foto Dok Ant

BALIKPAPAN – Balikpapan, menerapkan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), mulai Jumat (15/2/2021), selama dua pekan. Penyebab utamanya, dalam dua pekan pertama 2021 ini, jumlah yang positif tertular COVID-19 rata-rata lebih 100 kasus per-hari.

Kamis besok akan resmi kami umumkan,” kata Wali Kota, Rizal Effendi, selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Rabu (13/1/2021).

Menurut Wali Kota, PPKM juga sudah disarankan oleh Panglima Kodam VI Mulawarman, Mayjen TNI Heri Wiranto, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat. Penerapan PPKM tersebut antara lain, pembatasan jam buka usaha Warung, kafe, atau restoran. Aktivitasnya dibatasi hanya bisa menerima pelanggan makan di tempat sampai pukul 18.00. Dan setelahnya hanya bisa melayani bungkus dan dibawa pulang hingga pukul 22.00.

Juga dipertimbangkan penutupan sejumlah akses jalan bila diperlukan. Dipastikan juga akan diberlakukan jam malam, walau masih dipertimbangkan batas waktunya. “Pembatasan mulai pukul 9 malam atau mulai pukul 10 malam, itu masih kita hitung. Kalau penutupan jalan, nanti kita lihat situasinya,” tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, dr Andi Sri Juliarty melaporkan, dari 429 ruang isolasi di beberapa rumah sakit yang menjadi rujukan COVID-19, tersisa 37 kamar kosong, atau sudah terisi 393 kamar. “Untuk ruang ICU (Intensive Care Unit), tersisa dua tempat tidur dari 37 yang tersedia,” ungkap dr Juliarty.

Jumlah 429 ruang tersebut sudah termasuk ruang tambahan 30 persen, dari kapasitas ruangan enam rumah sakit yang menjadi rujukan COVID-19 di Balikpapan. Semula ruang yang tersedia hanya 333 ruangan.

Menurut Wali Kota, sempat ada satu pasien terpaksa dirawat di lorong, karena rumah sakit yang bersangkutan kehabisan kamar. Penambahan kasus positif pada Rabu (13/1/2021) mencapai 121 kasus, satu dilaporkan meninggal dunia, dan ada 85 yang sembuh. (Ant)

Lihat juga...