Murid SDK Detusoko Ende Jalani KBM Tatap Muka

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Dampak merebaknya pandemi Corona membuat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di berbagai sekolah di tanah air selama 2020 hingga Januari 2021 banyak dilakukan secara online. Aktifitas belajar mengajar di beberapa Sekolah Dasar di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) pun dibatasi dan meskipun dilaksanakan di kelas namun dilakukan dengan sistim shift.

“Kami belajar di sekolah tapi sistem shift dan hanya selama 2 jam saja,” kata Dainel Aleksandro Pati murid kelas 4 SDK Marsudirini Detusoko, saat ditemui Cendana News di Desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, NTT, Rabu (13/1/2021).

Daniel katakan, sejak adanya Corona sekitar bulan April tahun 2020 sekolahnya sering diliburkan dan pembelajaran di kelas pun terbatas dengan sistim shift sejak hari Senin sampai Sabtu.

Untuk shift 1 terangnya, pembelajaran berlangsung dari pukuk 07.00 WITA hingga 09.00 WITA sementara shift 2 pukul 09.30 WITA pukul 11.30 WITA dengan jumlah murid sekitar 12 orang per kelas.

“Kami tetap belajar di dalam kelas tapi hanya beberapa orang saja. Kata guru, ini karena ada penyakit Corona sehingga kami harus hati-hati supaya jangan tertular,” ujarnya.

Sementara itu, Isfridus murid kelas 5 SDK Masdurini Detusoko, Isfridus mengaku meskipun belajar di sekolah namun sebelum masuk ke lokasi sekolah para murid diperiksa suhu tubuhnya di pintu gerbang sekolah.

Murid Kelas 5 ADK Masdurini Dsaa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Isfridus saat ditemui di desanya, Rabu (13/1/2021). Foto : Ebed de Rosary

Para murid juga sebutnya, tidak boleh bergerombol atau berkumpul saat berada di sekolah dan harus memakai masker serta mencuci tangan pake sabun yang sudah disiapkan sebelum masuk ke kelas masing-masing.

“Kami juga duduk berjauhan dan satu meja hanya dipakai satu orang saja. Sebelumnya satu meja dipakai oleh dua orang murid sehingga jumlah murid pun dibatasi setiap shiftnya,” terangnya.

Ifridus dan Daniel berharap agar virus Corona cepat berakhir agar mereka bisa belajar normal seperti biasanya dan bermain bersama teman-temannya saat di sekolah.

Ia mengaku saat Corona para murid tidak bisa bermain bersama di sekolah karena dilarang untuk berkumpul dan sehabis mengikuti pelajaran langsung pulang ke rumah masing-masing.

“Kami tidak bisa berkumpul dan bermain dengan teman lagi gara-gara Corona. Sehabis pelajaran kami disuruh pulang ke rumah oleh guru dan dilarang berkumpul di halaman sekolah,” ucapnya.

Lihat juga...