Musim Tanam, Petani di Tarumajaya Cemas Soal Pupuk Bersubsidi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Petani di wilayah Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mulai memasuki musim tanam. Tapi kegelisahan terkait ketersediaan pupuk subsidi masih mencemaskan mereka, karena banyak petani belum mendapatkan kartu tani sebagai syarat utamanya.

“Petani tidak cemas soal adanya kenaikan harga pada pupuk subsidi. Mereka sebenarnya tidak mempersoalkan, yang penting ada dan mereka bisa mengaksesnya,” ungkap Iyan Sopyan, Ketua Gapoktan Tarumajaya, dikonfirmasi Cendana News, Senin (18/1/2021).

Iyan Sopyan, Ketua Gapoktan Tarumajaya, meminta Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi bisa memperhatikan pendataan kartu tani yang telah diberikan Kelompok Tani, Senin (18/1/2021) – Foto: Muhammad Amin

Dikatakan, kegelisahan yang ada sekarang, selain soal ketersediaan juga terkait akses pupuk subsidi yang harus menggunakan kartu tani tersebut. Pasalnya, baru sekitar 400 petani dari 60 kelompok tani yang mendapatkan kartu tani.

“Jumlah Gapoktan ada 8 kelompok, petani penggarap mencapai 1.368 orang anggota terbagi 60-an kelompok. Dari jumlah itu, baru keluar 400 kartu tani yang sudah dibagikan. Sisanya hampir seribuan lebih masih belum jelas,” ungkap Iyan.

Terkait hal tersebut, sambung Iyan, Minggu lalu pihaknya sudah mengundang camat dan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) untuk duduk bersama guna mencari solusi terkait banyaknya petani yang belum mendapatkan kartu tani. Meskipun sudah didata dan mendaftar.

“Tapi acara itu juga batal, karena dua dari BPP menginformasikan tidak bisa hadir. Dua penyuluh terpapar Covid-19,” ujarnya.

Saat ini, Iyan mengaku, sebagai Ketua Gapoktan, banyak petani mempertanyakan kepadanya terkait realisasi kartu tani dari data yang telah mereka ajukan. Karena sebagian petani sudah menerima kartu tani dan sebagian belum. Padahal, jelas, untuk mendapatkan pupuk bersubsidi  tergantung dari kartu tani.

Dia berharap, ada solusi dari Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, terkait usulan data yang telah mereka ajukan. Atau pun dengan memberi penjelasan kepada petani, terkait kendala yang ada. Kenapa kartu tani sebagian besar yang diajukan belum terealisasi.

“Sekarang petani di Tarumajaya mulai menanam di sawah. Mereka berharap bisa mengakses pupuk subsidi,” tandasnya.

Sementara, Eko Revmawati, Kasi Prasarana dan Sarana Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bekasi, mengakui bahwa alokasi pupuk subsidi di wilayahnya sudah didrop di gudang agen yang ditunjuk. Namun demikian warung pupuk khusus subsidi saat ini masih tutup. Karena ada beberapa pegawai di warung terkonfirmasi Covid-19.

“Ketersediaan pupuk subsidi untuk Kota Bekasi sudah ada. Tapi warungnya sekarang masih tutup, karena pemilik warung informasinya ada terkonfirmasi Covid-19,” ujar Bu Eko kepada Cendana News.

Ia juga mengakui, ada kenaikan harga untuk pupuk subsidi dari Rp1.800 jenis urea sekarang Rp2.250 per kilogram sedangkan per karung mencapai Rp112.500. Harga tersebut kebijakan pusat untuk semua daerah.

Lihat juga...